Berita

KH M. Imanulhaq/ist

KRISIS MIGAS

Inilah Nilai Islam serta Tatanan Adat Sunda dan Jawa yang Dilanggar Kementerian Jero Wacik

SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 11:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tanggal 1 Muharam yang merupakan hari pertama dalam kalendar Hijriah identik dengan spirit hijrah Nabi Muhammad SAW dalam mentransformasi tatanan sosial kemasyarakatan yang mampu mendorong partisipasi rakyat atas dasar kerelaan, keswasembadaan, ketaatan pada hukum, keswadayaan, dan kemandirian.

Begitu disampaikan Pemimpin Pondok Pesantrean Al Mizan, Majalengka, KH Maman Imanulhaq.

  Sementara dalam pandangan masyarakat Jawa dan Sunda, ujar Kh Maman dalam keterangan yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 20/11) 1 Sura adalah hari sakral dan keramat. Kesakralan (kesucian) dan kemuliaan (keramat) Sura terletak prinsip cinta tanpa primordialisme serta komitmen kuat menjadikan spiritualitas energi untuk perubahan, perdamaian serta ketakdziman kepada orang tua dan peninggalan leluhur berupa warisan budaya dan kearifan lokal.

Bahkan bagi adat Sunda dan Jawa, selama bulan Sura, semua orang harus menjalani laku keprihatinan dan introspeksi.

KH Maman menyesalkan manuver Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Jero Wacik yang memerintahkan semua eks karyawan BP Migas berkumpul di tanggal 1 Muharam atau 1 Sura yang bertepatan dengan Kamis, 15 November lalu.

“(Sayang sekali) Menteri ESDM tidak memahami mengapa orang Sunda dan Jawa selalu melakukan pencucian pusaka pada saat tanggal sakral itu. Kalau dalam laku Suran ada ritual menyucikan Jimat atau siji sing dirumat (satu yang dirawat), maka pada bulan ini kita harus menyucikan Indonesia," demikian KH Maman. [guh]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya