Berita

presiden sby/ist

SALING TIKAM KIB

Inilah Kenyataan Pahit yang Harus Ditelan SBY...

MINGGU, 18 NOVEMBER 2012 | 07:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Di usia senja, rezim Susilo Bambang Yudhoyono harus menerima dan menelan kenyataan pahit itu:

Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang dipimpin SBY bersama Boediono kini dalam keadaan sempoyongan dan tak berdaya akibat aksi saling tikam di antara pejabat-pejabat yang menikmati kekuasaannya.

"Aksi saling tikam itu untuk kepentingan pribadi dan parpol masing-masing menuju pemilihan umum dan pemilihan presiden 2014," ujar tokoh Petisi 28 Haris Rusly Moti dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu pagi, 18/11).

Haris Rusly mengamati manuver Sekretaris Kabinet Dipo Alam melaporkan tiga kementerian ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Manuver ini sungguh sangat tidak biasa, dan karenanya patut diduga merefleksikan aksi saling telikung yang semakin parah di lingkaran Istana.

"Ibarat sistem komputer, soft ware-nya (rezim SBY) telah terkena virus ganas. Sementara hard ware-nya juga mengalami korsleting akibat hubungan listrik arus pendek," katanya lagi.

Sayangnya, menurut mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini, yang memutus hubungan di antara satu komponen dengan komponen lain pada hard ware rezim SBY itu adalah komponen-komponen itu sendiri.

"Akibatnya, tak ada lagi koneksi antara monitor dan CPU (circuit panel unit)," demikian Haris Rusly sambil menambahkan bahwa situasi ini adalah momentum yang tepat bagi rakyat untuk mendakwa dan menjatuhkan vonis yang setimpal kepada rezim SBY yang tidak amanah. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya