Berita

muhaimin iskandar

Pemerintah Dinilai Belum Serius Urus TKI

JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 | 14:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat dituding tidak serius mengurusi permasalahan yang dihadapi TKI Indonesia di Malaysia. 

Ketua Bidang Buruh Tani dan Nelayan PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara Saadi Syam mengungkapkan itu pada acara Silatnas Bidang Buruh, Tani dan Nelayan Pemuda Muhammadiyah dengan tema "Konektivitas Gerakan Pencerahan Buruh, Tani dan Nelayan" di Kampus Universitas Prof. DR Hamka (UHAMKA) Jakarta (Jumat, 16/11).

"Kami melihat bahwa dua pejabat (Menakertrans dan BPN2TKI) yang bertanggungjawab mengurusi TKI kita tidak serius bekerja dan tidak professional, " kata Saadi.

Hal ini diperparah lagi dengan temuan di lapangan bahwa jika menghadapi masalah, TKI di Malaysia tidak melaporkannya ke perwakilan pemerintah RI. Tapi melaporkan masalahnya ke politisi Malaysia.

“TKI kita sudah hapal betul kalau ada masalah dan melaporkannya ke perwakilan pemerintah RI di Malaysia tidak akan ditindaklanjuti secara serius. Jadi wajar saja kalau sekarang mereka melaporkan masalahnya ke politisi Malaysia,” ujar Saadi.

Misalnya kasus pemerkosaan TKI oleh tiga Polisi Malaysia. Informasi ini bukan berasal dari perwakilan pemerintah RI di Malaysia. Mereka baru dapat informasi setelah di media heboh memberitakan. “Kalau nggak ada pemberitaan dari media Malaysia mana tahu Muhaimin dan Jumhur,” kata Saadi.

Karena itulah, mereka menilai, Muhaimin dan Jumhur tidak serius bekerja. Karena itu mereka mendesak Presiden SBY mencopot Muhaimin dan Jumhur dari jabatannya saat ini. “Muhaimin kami lihat lebih sibuk pengurusi partainya daripada kementriannya dan Jumhur sepertinya memang tidak paham kebutuhan TKI kita di Luar negeri,” imbuh Saadi. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya