Berita

Dunia

Persahabatan Indonesia dan Maroko Semakin Erat

JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 | 12:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Hubungan Republik Indonesia dan Kerajaan Maroko dalam dua tahun terakhir semakin dekat. Jarak yang memisahkan kedua negara terbukti bukan hambatan yang berarti.

"Volume dagang kedua negara memang masih kecil. Namun memperlihatkan kenaikan yang cukup signifikan. Tahun lalu hanya sebesar 100 juta dolar AS. Sementara tahun ini, untuk paruh pertama saja, sudah 100 dolar AS," ujar Duta Besar Kerajaan Maroko, Muhammad Majdi, dalam jamuan makan malam di kediaman Duta Besar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu malam (15/11).

Jamuan makan malam itu digelar untuk menyambut Ketua Persaudaraan Maroko-Indonesia, Mariam Ait Ahmed, yang sudah beberapa hari berada di Indonesia.

Turut hadir dalam jamuan makan malam itu Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko Teguh Santosa, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Sekjen PP Dewan Masjid Indonesia Imam Addaruqutni, dan anggota Komite Ekonomi Nasional Syafii Antonio.

Jamuan makan malam itu juga merupakan pertemuan pertama kedua perhimpunan.

Dalam sambutannya, Majdi menyampaikan rasa terima kasih karena Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko di Jakarta turut membantu hubungan diplomatik kedua negara.

Sementara Teguh Santosa dalam sambutannya mengatakan bahwa kedua negara bagaikan saudara tua yang terpisahkan begitu jauh secara geografis. Namun sejak awal dia merasa yakin jarak bukanlah hambatan utama. Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko yang berkantor di Jakarta didirikan dua tahun lalu. Setahun kemudian perhimpunan yang sama didirikan di Rabat.

"Jarak jelas bukan masalah. Apalagi kini dunia benar-benar bisa kita kantongi. Kami percaya hubungan people to people merupakan pondasi penting yang harus kita miliki," ujarnya.

Adapun Mariam Ait Ahmed menyampaikan rasa gembira karena akhirnya dapat berkunjung ke Indonesia. Sejauh ini ia sudah mengunjungi beberapa kota di Indonesia. Di mulai dari Surabaya dan Malang. Dia juga mengunjungi Jogjakarta dan Madiun. Dalam kunjungan ini Mariam memberikan kuliah umum di sejumlah universitas di Indonesia. Ia juga direncanakan hadir dalam peringatan ulang tahun ke-100 Muhammadiyah yang akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK) hari Minggu mendatang (18/11).

"Indonesia negeri yang luar biasa. Saya yakin hubungan baik kedua negara akan semakin meningkat," ujar keturunan pengelana Maroko, Ibnu Batutah ini.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai sudah saatnya Indonesia mempertimbangkan penguatan hubungan yang jauh lebih signifikan dengan Indonesia. Selain karena masyarakat kedua negara diikat oleh prinsip-prinsip Islam yang moderat, Indonesia dan Maroko juga memiliki kelebihan komparatif yang bila digabungkan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kedua negara.

"Maroko memiliki posisi yang sangat strategis, karena ia merupakan pintu ke kawasan-kawasan lain di dunia, Eropa, Afrika, Timur Tengah juga Amerika," ujar Din Syamsuddin.

Dalam kesempatan itu Din Syamsuddin juga menyampaikan keinginan bergabung dalam Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Maroko yang dipimpin Teguh Santosa. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya