Berita

sule sutisna

Sule Sutisna: Ukur Diri Dulu Baru Nyapres

JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 | 10:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Imbauan yang dilontarkan ‘wayang’ Opera van Java ini agaknya patut direnungkan juga bagi figur yang cuma modal nekat untuk maju menjadi calon presiden.

Sule Sutrisna mengatakan setiap figur yang berniat nyapres ada baiknya mengukur diri dulu sebelum bertarung di Pilpres 2014.

"Jadi jelma teh kudu ngukur. Ka kujur nimbang ka awak. Artinya harus mengukur kemampuan diri sendiri. Jangan bilang siap jika dari awal merasa kurang mampu," kata Sule.

Menurut Sule, kepada Rakyat Merdeka, jangankan mau jadi presiden, seseorang yang berniat maju jadi lurah saja harus punya tingkat kepintaran di atas rata-rata. Jadi bukan cuma  sembarangan figur saja.

“Presiden itu kepintarannya harus di atas rata-rata. Saya juga nggak mau sembarangan milih (capres).  Saya hanya akan memilih orang yang cerdas dan mampu menjalankan roda pemerintahan,” celotehnya.

Sule menyindir para calon yang maju dengan hanya bermodal pencitraan. Kalau capres maju dengan hanya bermodal popularitas, kata Sule, kasihan rakyatnya karena hanya disuguhi calon yang modalnya pas-pasan. Kalaupun ada yang terpilih, hasilnya juga pas-pasan. Ujung-ujungnya sang presiden tak bisa mensejahterakan rakyatnya.

Sule memahami betul salah satu tugas presiden. Menurut dia ada persamaan tugas antara presiden dan pelawak. "Sama-sama harus bisa buat rakyat senang," kata Sule sembari tertawa lebar. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya