Berita

malik fadjar-saleh daulay

Prof. Malik Fadjar: Kalau Tak Berinovasi, Muhammadiyah hanya Jadi Catatan Sejarah

JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 | 09:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pada 18 November besok, Muhammadiyah genap berusia 100 tahun atau seabad berdasarkan penanggalan masehi. Bila mengacu pada kalender hijriah, organisasi parsyarikatan itu sudah lebih seabad, yaitu berumur 103 tahun.

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Malik Fadjar menapaki jejak di bumi Nusantara selama 1 abad, bagi sebuah pergerakan tentu merupakan prestasi sekaligus tantangan bagi Muhammadiyah. Karena, jika tidak ada terobosan baru tentu persyarikatan akan menjadi catatan saja di buku sejarah.

Karena itulah dia mengingatkan Pemuda Muhammadiyah untuk terus berinovasi.

Demikian disampaikan Malik Fadjar saat membuka acara Silatnas PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Buruh, Tani dan Nelayan di Kampus Universitas Prof. DR Hamka (UHAMKA) Jakarta tadi malam (Kamis, 15/11).

"Pemuda Muhammadiyah adalah bagian dari Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah merupakan basis kaderisasi persyarikatan muhammadiyah. Tentu jika Pemuda Muhammadiyah berinovasi dan bisa membaca tanda-tanda zaman akan berimplikasi positif terhadap pergerakan persyarikatan Muhammadiyah pada masa akan datang," ujar Malik Fadjar.

Menurutnya, pemberdayaan Pemuda Muhammadiyah di bidang buruh, tani dan nelayan ini adalah kado seabad bagi Muhammadiyah.

“Dakwah Muhammadiyah pada dasarnya adalah menaikan harkat dan martabat mustad’afin seperti yang terdapat dalam surat Al-Ma’un, kemudian ditafsirkan lewat pendidikan dan kesehatan. Dan Pemuda Muhammadiyah ternyata dapat membaca tanda-tanda zaman bahwa kelompok buruh, tani dan nelayan juga bagian dari mustad’afin yang harus dibantu," kata mantan Menteri Pendidikan ini.

Dia berharap, dalam Silatnas ini, jaringan Pemuda Muhammadiyah dapat mencari solusi-solusi cerdas untuk membantu kelompok buruh, tani dan nelayan dari masalah - masalah mereka seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

Silatnas bidang Buruh Tani dan Nelayan ini diadakan selama 3 hari, 15-17 Nopember 2012 di kampus UHAMKA Jakarta dan dihadiri seluruh perwakilan Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia. Beberapa pembicara yang akan hadir yakni Ekonomi Nasiona Faisal Basri, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Muhaimin Iskandar Utusan Khusus Presiden untuk Penanggulangan Kemiskinan Limanseto. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya