Berita

ilustrasi/ist

PILKADA JABAR

Alumni ITB: Pemimpin Bukan Artis Sinetron, Rakyat Bukan Penonton Lenong

KAMIS, 15 NOVEMBER 2012 | 00:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebuah srat elektronik atau surel yang beredar di berbagai milis beberapa saat lalu menyoroti fenomena keikutsertaan sejumlah artis sinteron dalam pertarungan merebut kursi kepemimpinan di Jawa Barat.

Si penulis yang mengirimkan surelnya dari alamat ok.tafik@gmail.com meminta para pemain yang ikut dalam pemilihan kepala daerah itu sadar bahwa tempat mereka bulan di pemerintahan.

"Sebagai provinsi yang memiliki basis warga terdidik yang cukup baik, dan didukung oleh keberadaan centre of excellence dari pendidikan tinggi yang tersebar di provinsi ini ada perlunya warga Jawa Barat untuk mengedepankan logika  dalam memilih calon pemimpinnya. Sudah banyak contoh bahwa para calon yang tak memiliki pengalaman, kompetensi, visa dan misi jelas gagal dalam membawa perbaikan dan kemajuan saat memimpin pemerintahan daerah," ujar si penulis yang juga alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Tentu besar pula kerugian yang ditimbulkan atas kegagalan masa kepemimpinan mereka, waktu yang sia-sia terbuang dan kesempatan dalam meng-encourage masayarakat menuju the right way menjadi hilang," sambungnya.

Untuk mengeksploitasi energi dan ekspresi diri, ia mengatakan, sepatutnya para artis sinetron itu berada di rumah studio, di layar lebar, di lantai teater, atau di panggung drama.

Konstituen para artis itu, masih sebutnya, bukanlah rakyat dan warga Jawa Barat, serta memiliki tujuan yang berbeda dengan warga Jawa Barat.

"Warga butuh realitas hidup, butuh aim to the goal, butuh direction to gain their life. Sementara penggemar Anda datang dan pergi demi kenikmatan sesaat, demi melampiaskan atas ekspresi ilusi absurd yang telah Anda tanamkan," tulisnya lagi.

Pada bagian lain dia mengatakan, pemimpin bukan artis sinetron dan rakyat bukan penonton lenong. Rakyat membutuhkan program pembangunan yang berkesinambungan dan jaminan program yang membuahkan kesejahteraan. Bukan program dari episode sinetron, bisa sukses instant dengan jalan pintas. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya