Berita

dahnil anzar simanjuntak/ist

BP Migas Bubar, No Point to Return

RABU, 14 NOVEMBER 2012 | 17:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kelompok masyarakat sipil harus mengawasi dan memastikan bahwa Pertamina mampu mengelola minyak dan gas (migas) Indonesia untuk kepentingan Nasional.

Demikian disampaikan ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi pembubaran Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan sebagian gugatan UU Migas.

"Apabila tidak, di tengah keraguan publik terhadap kemampuan efisiensi Pertamina dalam mengelola migas sebagai aset nasional, justru kita mengalami kondisi yang lebih buruk dibandingkan dengan ketika BP Migas mengatur permasalahan hulu minyak dan gas," jelas Dahnil.

Memaskan bahwa Pertamina mampu mengelola migas ini penting  di tengah prediksi masa depan produksi minyak Asean termasuk Indonesia yang akan mengalami penurunan.

Mengutip economist.com, Dahnil menjelaskan, Internasianal Energi Agency memprediksi, pada 2025 Asean akan mengalami penurunan surplus eksport minyak dan gas. Sedang Amerika, yang saat ini paling besar mengkonsumsi energi, minyak dan gas bersama dengan China, justru tahun 2035 akan mengalami surplus dan menjadi negara eksportir minyak dan gas, seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan dan cadangan-cadangan ladang Minyak di AS yang belum dieksplorasi.

"Amerika memiliki masa depan cerah di bidang Energi. Sedangkan kita dibayangi oleh masa depan buram supply energi masa depan," ungkapnya.

Karena itu, pembubaran BP Migas ini setidaknya bisa menjadi entry point perbaikan tata kelola hulu perminyakan dan gas di Indonesia, perbaikan kinerja dan transparansi Pertamina harus segera diperbaiki.  "Jadi, BP Migas bubar, no point to return. Pertamina harus segera berbenah supaya pembubaran BP Migas ini tidak ibarat lepas dari mulut harimau masuk mulut buaya," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya