Berita

Abdurrahman Wahid

Ekspedisi Merdeka

Keberanian Sabar Gorky Satu Level dengan Keberanian Presiden Abdurrahman Wahid

JUMAT, 19 OKTOBER 2012 | 22:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Aktivis yang juga penyair itu terharu. Dia teringat akan sosok Presiden Abdurrahman Wahid yang pernah memimpin Indonesia dalam kurun waktu yang terbilang singat, hanya dua tahun. Tetapi, dalam dua tahun itu Abdurrahman Wahid yang juga dikenal dengan sebutan Gus Dur melakukan hal-hal besar yang sebelumnya tak terbayangkan atau tidak berani dibayangkan.

"Gus Dur lah yang dengan tulus mengingatkan kembali pada kita semua tentang prinsip pluralisme yang dijunjung tinggi bangsa kita sejak dahulu kala," ujar sang aktivis dan penyair, Adhie Massardi, saat memberikan sambutan dalam pembukaan "Pameran Ekspedisi Rakyat Merdeka" di Cilandak Town Square atau Citos, Jumat malam (19/10).

Kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan rencana pendaki tunadaksa berkaki satu dari Indonesia, Sabar Gorky, yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Rakyat Merdeka mendaki puncak Carstenzs di Papua. Tahun lalu Sabar Gorky telah mendaki dua dari tujuh puncak tertinggi di dunia, yakni Elbrus di Rusia dan Kilimanjaro di Tanzania. Tahun ini dia direncanakan mendaki Carstenzs dan Aconcagua di Argentina.

"Gus Dur juga yang dengan tulus merangkul saudara-saudara kita di Papua," sambungnya.

Sosok Sabar Gorky, sebut Adhie yang selama Gus Dur memimpin negeri ini bertugas sebagai salah seorang jurubicara presiden, mengingatkan dirinya pada sosok Gus Dur. Keberanian dan keteguhan Sabar Gorky dalam meraih impian dan cita-cita sama kuatnya dengan keberanian Gus Dur.

"Saya pernah mendampingi seseorang yang cacat, punya halangan dalam penglihatan. Tetapi cacat yang dideritanya tidak membuat dia menjadi sosok yang penakut dan pengecut. Sebaliknya, ia memiliki keberanian yang begitu besar, yang melebihi keberanian orang-orang yang tidak cacat," ujar Adhie Massardi.

"Saya yakin, sejarah akan mencatat orang-orang yang tulus dan berani, seperti Gus Dur dan Mas Sabar Gorky," demikian Adhie. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya