Berita

Ahmed Zaki Iskandar

KEKERASAN TERHADAP PERS

TNI Harus Kedepankan Proses Dialog Bukan Kekerasan!

RABU, 17 OKTOBER 2012 | 14:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Ahmed Zaki Iskandar, menyesalkan tindak kekerasan perwira TNI AU  terhadap fotografer Riau Pos Didi Herwanto yang hendak mengambil gambar jatuhnya pesawat Hawk 200 kemarin.

Menurutnya, oknum TNI AU yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan harus diproses sesuai hukum yang berlaku, baik itu secara intern organisasi maupun jalur hukum pidana.

"Secara internal organisasi, tentunya harus ada sanksi administrasi yang tegas terhadap oknum TNI AU yang melakukan tindakan kekerasan tersebut, " tutur Zaki (Rabu, 17/10).

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang ini menambahkan peristiwa kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oknum TNI sungguh tidak mencerminkan jatidiri TNI yang selama ini mengatakan TNI  berasal dari  rakyat, oleh rakyat,  dan untuk rakyat.

"Semestinya TNI mengedepankan proses dialog kepada masyarakat termasuk dengan kalangan pers, " tutur Zaki.

Lebih jauh Zaki mengatakan selain membuat kronologis peristiwa, TNI harus segera memberi keterangan dan menjelaskan mengapa lokasi jatuhnya pesawat Hawk tertutup untuk umum.

"Sebab, memang kadang-kadang ada jalur-jalur yang dipahami oleh TNI AU sendiri, apakah lokasi jatuhnya pesawat tersebut terbuka untuk umum atau tidak. Tapi bukan itu lantas dijadikan alasan untuk melakukan tindak kekerasan," tutur Zaki.

Anggota DPR yang disebut sebut sebagai calon kuat Bupati Kabupaten Tangerang ini mengapresiasi langkah TNI AU yang telah meminta maaf atas peristiwa tersebut. Namun, Zaki berharap TNI AU dapat membantu membantu proses pengobatan dan mengganti peralatan fotografer yang rusak  akibat penganiayaan tersebut.

"Saya berharap peristiwa ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi, " ujar Zaki. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya