Berita

TAUFIK-MEGA

TK Sindir Mega, PDIP Butuh Capres Alternatif

SELASA, 16 OKTOBER 2012 | 13:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tak menghadiri Rakernas PDIP di Surabaya pada Jumat-Minggu akhir pekan (12-14/10) kemarin, Taufik Kiemas (TK), suami Megawati Soekarnoputri, di Jakarta pada Jumat, malah ngomongin regenerasi capres dan pengurus di PDIP.

Menurut dia Mega sudah terlalu lama tempati posisi puncak PDIP. TK juga ngarep partainya mau menampung figur capres-capres lain di luar Mega.

Berbalut kemeja batik lengan panjang dengan pola kolaborasi dua warna biru dan ungu, TK tampak santai ditemui di Gedung DPR. Tak seperti pengurus PDIP lainnya yang berduyun-duyun datang ke acara  Rakernas  PDIP di Surabaya Jawa Timur, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP ini justru absen.

Di Jakarta TK melayangkan harapannya terkait agenda Rakernas tersebut. Dia meminta forum tertinggi PDIP itu juga membahas soal regenerasi kepemimpinan nasional dengan menghadirkan capres alternatif.

TK menyarankan agar figur-figur di luar Megawati Soekarnoputri yang berpotensi dicapreskan ditampung sebagai bahan masukan bagi PDIP untuk menentukan capres 2014. “Bisa saja ditampung dulu (figur-figur alternatif tersebut),” kata TK, seperti dikutip dari Harian Rakyat Merdeka edisi Sabtu 13 Oktober 2012.

Diterangkan TK, sebagai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sepatutnya memperhatikan regenerasi. Itu penting untuk perubahan. “Kan sudah 25 tahun sudah menjadi ketua umum,” Kata Kiemas.

Kendati begitu, TK mengakui memang Rakernas kali ini tidak mengagendakan pembahasan soal capres PDIP, tapi paling tidak usulannya mengenai regenerasi kepemimpinannya didengarkan. Dikatakan TK, PDIP akan menetapkan pasangan capresnya tahun depan. Pertemuan Rakernas tahun ini hanya membahas konsolidasi pemenangan Pilkada dan Pemilu 2014 di seluruh Indonesia.

Pernyataan TK terkait usulan regenerasi tersebut dikomentari pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Andi Syafrani. Menurut Andi, lewat pernyataan TK sesungguhnya ingin menyadarkan istrinya agar di Pilpres 2014 tidak nyapres lagi.

“TK berharap Mega memberi kesempatan kepada yang lain, yang lebih muda dan fresh,” kata Andi.

Di balik statemennya, lanjut Andi, TK juga menginginkan anaknya, Puan Maharani mengambil kharisma ibunya agar berani tampil. “Karena biar bagaimanapun tokoh muda yang potensial di PDIP saat ini ya cuma Puan. Apalagi Puan punya trah Soekarno,” katanya. 

Terakhir, melalui pernyataannya, ditafsirkan Andi,  TK menginginkan agar PDIP tidak bergantung pada Mega. Karena biar bagaimanapun kepemimpinan di partai harus ada lapis kedua sebagai proses regenerasi.

Soal siapa capres yang bakal diusung PDIP, Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo,  mengatakan partainya akan mengumumkan capresnya paling lambat pasca Pemilu Legislatif 2014. Rakernas kali ini hanya membahas persiapan partai menyongsong Pemilu 2014.

“Akan ada evaluasi, sinkronisasi, dan memantapkan koordinasi antara struktur partai, kader di legislatif dan eksekutif. Kita juga mencermati dinamika dan gelagat dinamika politik nasional, regional, internasional,” jelasnya. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya