Berita

Baliho Repdem Usir Freeport Marak di Lokasi Rakernas II PDIP

SABTU, 13 OKTOBER 2012 | 08:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Baliho dan spanduk organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) menuntut pengusiran Freeport dari Indonesia marak di lokasi acara Rakernas II PDI Perjuangan, di Surabaya, yang dibuka secara resmi kemarin, Jumat, (12/10).

Rakernas partai berlambang banteng moncong putih itu sendiri, dibuka langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Saat dikonfirmasi wartawan, Ketua DPN Repdem bidang politik Simson Simanjuntak menjelasakan alasan mengapa Repdem terkesan getol betul menyuarakan agar Freeport angkat kaki dari bumi Indonesia.

"Ini persoalan prinsip, yakni kedaulatan bangsa Indonesia yang bertahun-tahun diijnjak-injak oleh asing," jelas Simson dengan mimik serius.

Kedaulatan energi, pangan dan politik adalah isu prinsip yang diperjuangkan Repdem, terlebih pada sektor sumber daya alam yang sejak lama dikuasai asing. Hal Ini sejalan dengan prinsip partai, bahwa kedaulatan bangsa adalah salah satu kunci utama menuju masyarakat adil dan sentosa.

Dia menjelaskan, PT. Freeport bertahun-tahun telah menjarah isi perut bumi Indonesia di Papua, menguras habis tembaga, emas, dan lain-lainnya dengan mengeruk keuntungan berratus-ratus triliun rupiah yang nyaris tidak membawa manfaat buat kemakmuran rakyat Indonesia, terkhusus rakyat di Papua. Kecuali bencana dan penderitaan akibat keserakahan perusahaan itu.

Dalam kesempatan itu, selain Simson, beberapa petinggi Repdem juga hadir dalam acara Rakernas II PDI Perjuangan tersebut. Antara lain Masinton Pasaribu, Ketua Umum Repdem; Yulian Gunhar, Sekjend Repdem; Wanto Sugito, Ketua Bidang Organisasi Repdem; dan Hasanudin, Bendahara Umum Repdem. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya