Berita

ilustrasi

Anggota DPR Prihatin Kasus Kekerasan Meningkat

JUMAT, 12 OKTOBER 2012 | 16:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi I DPR dari Partai Golkar Ahmed Zaki Iskandar  prihatin terus meningkatnya kasus kekerasan yang terjadi di tanah air. Parahnya, kasus kekerasan tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat seperti konflik antar warga, tapi juga di lembaga-lembaga pendidikan seperti universitas dan sekolah menengah umum.

Zaki mengatakan, kemarin misalnya tawuran mahasiswa kembali terjadi di Makasar, tepatnya di Universitas Negeri Masakar (UNM). Dalam bentrokan antar fakultas  tersebut 2 mahasiswa tewas. Pada hari yang sama di Jakarta terjadi  tawuran pelajar yang  melibatkan SMK 71 Cawang dan SMK Bakti Jakarta.

Sedangkan hari ini (12 ) di Makasar sekelompok orang menyerang warga di Makasar, Sulawesi Selatan, terkait sengketa lahan. Para penyerang membakar sebuah rumah dan 61 motor milik penyerang dibakar warga.

Sebelumnya, pantauan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyebutkan tingkat kekerasan  setiap tahun terus meningkat. Tahun 2011, dari hasil pantauan  ada 5 juta kasus kekerasan yang ditangani jalur hukum.

Zaki mengatakan intensitas kekerasan yang terus meningkat  tidak boleh dibiarkan terus menerus. Harus ada upaya pencegahan sedini mungkin. Untuk itu, sebagai langkah antisipasi mengoptimalkan kinerja aparat keamanan  seperti kepolisian dan juga aparat intelejen.

"Masyarakat juga harus dilibatkan. Selain dilibatkan pada aspek keamanan, masyarakat juga harus diakarkan pendidikan multikulturalisme," tutur Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang ini.

Dengan pendidikan multikularisme, tambah Zaki, anggota masyarakat diberi pemahaman untuk menghargai kelompok masyarakat lainnya. Kelompok masyarakat tidak dibenarkan untuk melakukan kekerasan kepada kelompok lain. "Tindakan kekerasan hanya dimiliki oleh negara dalam lingkup penegakan hukum, dalam hal ini adalah TNI dan Polri," ujar Zaki.

Lebih lanjut Zaki mengatakan kekerasan seringkali berhubungan dengan kesejahteraan. Oleh karena itu, kalau  mau mencegah dan menghentikan tingkat kekerasan dan konflik yang terjadi di masyarakat, peningkataan kesejahteraan masyarakat adalah hal yang mutlak dilakukan.

"Jadi, peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah tugas utama yang harus dilakukan pemerintah jika ingin mencegah terjadinya konflik atau tingkat kekerasan  yang terjadi di masyarakat, “ pungkas Zaki yang disebut-sebut sebagai calon kuat Bupati Tangerang dalam Pemilukada Kab. Tangerang Desember 2012 mendatang.  [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya