Berita

Timur Pradopo

Sekjen PDIP: Kalau Jadi Kapolri, Saya Merasa Dipermalukan

SELASA, 09 OKTOBER 2012 | 12:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kapolri dan jajaran elit korps Bhayangkara harus malu karena sudah disentil Presiden SBY lewat pidatonya tadi malam.

"Tantangan buat Polri, kalau saya sebagai Kapolri, merasa dipermalukan. Maka saya pulang kandang untuk membuka semua kasus-kasus yang ada," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Selasa (9/10).

Karena itu, Polri harus sigap menanggapi dan menindaklanjuti pidato terkait kisruh KPK-Polri itu. "Harus ditunjukkan kemampuan menuntaskan masalah hukum yang dibebankan yang sedang diproses di Kepolisian," katanya lagi.

Karena kemarin, Presiden sudah meminta jajaran Polri untuk mengvalusi dan juga memilah mana kasus yang harus ditangani, KPK dan mana Polri. Untuk kasus simulator SIM ditangani KPK dan kasus pengadaan barang dan jasa lainnya ditangani Polri.

"Ini harus menjadi titik balik Polri untuk membongkar kasus-kasus yang sedang diproses penyidikan yang mengendap demi harga diri dan kewibawaan Polri," ujarnya.

Ia pun yakin, Polri akan mampu menunjukkan keprofesionalnya dan terpenting mampu bersinergi dengan lembaga pimpinan yang lain. Karena pasti tidak bisa sendiri.

"Itu pidato Presiden titik awal kalau Polri mau bangkit dan mau dicintai masyarakat bahwa garda terdepan bersama KPK dan Kejaksaan menuntaskan masalah-masalah korupsi besar," jelasnya.

PDIP, sambung Tjahjo, sepakat dengan tidak ada kekuatan manapun yang bisa melemahkan KPK, Polri dan Kejaksaan. KPK harus diperkuat secara sistem. KPK dibentuk karena Kejaksaan dan Kepolisian belum optimal melaksanakan proses penegakan hukum.

"Dengan adanya KPK semua bisa bersenergi dalam rangka penegakan hukum," demikian anggota Komisi I DPR. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya