Berita

Timur Pradopo

DPD RI Minta SBY Copot Kapolri Jenderal Timur Pradopo

SENIN, 08 OKTOBER 2012 | 18:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemberantasan korupsi saat ini tidak didukung semua pihak. Hal ini terlihat dari ketidakadaan kesamaan langkah bahkan terkesan saling jegal- menjegal antara pimpinan lembaga penegak hukum.

"Kesalahan (penyidik KPK) Novel (Basewan) ini dicari. Ini terlihat Novel diintip-intip ke rumahnya, bahkan ada berita keluarganya yang diancam," ujar Ketua Kaukus Antikorupsi Dewan Perwakilan Daerah (DPD), I Wayan Sudirta, dalam jumpa pers di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/10).

Sudirta meyakini, apabila kesalahan-selahan dicari tanpa berdasarkan bukti dan fakta dan menghambat pemberantasan korupsi, dikhawatirkan gelombang kemarahan masyarakat akan terus bergulir.

Sementara di tempat yang sama anggota DPD, AM Fatwa mengatakan, KPK harus didukung oleh seluruh elemen bangsa. DPD siap berada di garis terdepan dalam pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, DPD, kata Fatwa, sudah dua tahun membentuk kaukus anti korupsi.

Untuk itu, Polri, ujar dia, harus tahu diri. Polri jangan melemahkan KPK. Polri harus back-up KPK.

"Kita harus bantu bagaimana Polri cepat memperbaiki Polri. Jangan biarkan masyarakat mempermalukan Polri. Harus ada political will Polri bantu masyarakat. KPK juga kita harapkan statement-stemen yang arif dan terukur. Kepada SBY kita semua tahu bahwa sby santun dan brilian. Tetapi yang sangat dibutuhkan adalah bukti tindakan yang cerdas, brilian, tegas dan cepat," paparnya.

Lain lagi dengan anggota DPD asal Lampung, Anang Prihantoro. Ia mengatakan sangat riil saat ini untuk mencopot Kapolri Jenderal Timur Pradopo. "Oleh karena itu tuntutuan mencopot Kapolri sangat konkrit. Dan dalam rangka mengembalikan kepercayaan rakyat pada Polri, SBY harus turun tangan," pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya