Berita

akbar faisal/ist

DPR Minta Presiden dan Menteri Juga Pakai Absen Sidik Jari

SELASA, 02 OKTOBER 2012 | 13:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Politisi Partai Hanura, Akbar Faisal meminta semua lembaga negara termasuk Kementerian bahkan Istana Negara menggunakan absensi sidik jari.

Hal itu Akbar sampaikan saat sidang paripurna DPR di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10)

"Semua lembaga negara dibuat juga aturan yang sama, seperti para menteri termasuk presiden," ujar Akbar.


Akbar pun mengaku kesal ketika absen dengan mesin absensi ini. Seolah-olah ia merasa seperti disamakan dengan orang-orang yang berkerja di sebuah perusahaan.

"Saya sudah sama dengan mereka," ungkapnya kesal di hadapan semua anggota DPR.

Namun, ia mengaku DPR sudah maju selangkah dari lembaga lain. Maka ia meminta agar terus dilanjutkan dan diterapkan pada semua lembaga negara.

"Saya juga berterimakasih kepada Sekjen DPR yang membuat terobosan ini," pungkasnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya