Berita

hidayat nur wahid/ist

PRESIDENTIAL THRESHOLD

PKS Siap Turunkan Angka PT untuk Munculkan Banyak Capres Alternatif

SELASA, 02 OKTOBER 2012 | 11:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aspirasi publik untuk memunculkan calon presiden alternatif  dalam Pilpres 2014 semakin deras.

Karena itu, untuk mendukung aspirasi publik yang menghendaki ada figur alternatif, maka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) usul agar angka presidential thrshold turun dari 20 persen menjadi 3,5 persen.

"Untuk memunculkan capres alternatif, maka harus dengan menurunkan presidential threshold," kata Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 2/10).


Menurut Hidayat, PKS mendorong agar angka presidential threshold ini sama dengan parliamentary threshold yang sudah disahkan beberapa waktu lalu.

Hidayat memprediksi bila ambang batas parlemen itu sekitar 3,5 persen, maka akan ada sekitar tujuh sampai delapan partai yang bisa lolos ke Senayan. Namun demikian, tidak otomatis akan serta merta ada tujuh hingga delapan pasangan capres dan cawapres.

"Negara yang besar, tujuh hingga delapan capres itu tidak terlalu banyak. Atau mungkin bisa koalisi, maka tidak sampai tujuh ada delapan capres," demikian Hidayat. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya