Berita

demo komando/rmol

Manifesto Musyawarah Nasional Mahasiswa Dibacakan di Depan DPR

SENIN, 01 OKTOBER 2012 | 17:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) menggelar aksi di depan Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, sore ini, Senin (1/10).

Mereka mengancam akan mencabut mandat rakyat yang diberikan kepada DPR. Ini lantaran DPR/MPR sudah gagal dalam mengawal jalannya pemerintahan yang sesuai dalam koridor cita-cita pendiri bangsa.

"Komando juga meminta Pancasila ditegakkan, menuntut pemerintah SBY-Boediono mundur dari jabatannya. Adili keduanya seadil-adilnya," tegas orator disambut gemuruh dari demonstran.


Orator tersebut kemudian membacakan Manifesto Musyawarah Nasional Mahasiswa se-Indonesia yang digelar di Cirebon 18-19 September 2012 kemarin.

"Dengan didasari pandangan objektif masing-masing propinsi dan dengan dasar strategis, kami menilai bahwa pemerintah SBY-Boediono secara tegas dan jelas telah membawa Indonesia keluar dari rel kesejarahan bangsa yang telah diamanatkan dalam maksud dan cita-cita Indonesia merdeka di dalam Proklamasi 17 Agustus, Pembukaan UUD 45," imbuhnya.

Pemerintahan SBY-Boediono melenceng jauh dari nilai-nilai pancasila sebagai falsafah bangsa dan ideologi bangsa. Karenanya, Indonesia tidak berdaulat di bidang politik, tidak berdikari di bidang ekonomi dan tidak berkepribadian di bidang budaya.

"Kegagalan di bidang politik hanya melahirkan pemimpin yang korup dan tidak bermoral. Sistem politik kita tidak jujur, tidak adil dan tidak berideologi rakyat," paparnya disambut dengan teriakan; "Betul!"

Sementara itu, di bidang pendidikan, biaya pendidikan masih saja mahal. Dibidang ekonomi, SBY sering mangklaim ekonomi baik setiap tahunnya, tapi kenyataannya tidak sesuai dengan kondisi masyarakat pada umumnya.

"Dan di bidang hubungan internasional, pemerintah gagal menjamin keselematan TKI kita," tambahnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya