Berita

joko widodo

Tokoh Oposisi Beberkan Penyebab Lain Kekalahan Fauzi Bowo

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2012 | 12:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebagai seorang pemimpin kota sebesar dan sekompleks Jakarta, Fauzi Bowo bukan tidak punya prestasi sama sekali. Bahkan sebetulnya banyak prestasi Fauzi Bowo yang pantas diacungkan jempol.

Bila demikian, mengapa dia dapat dengan mudah dikalahkan dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta yang baru berlangsung?

Menurut hemat aktivis prodemokrasi Adhie M. Massardi, setidaknya ada dua hal penting di balik kekalahan Fauzi Bowo yang sudah bisa dipastikan itu.

Pertama, bagaimanapun kenyataannya nanti, sosok Joko Widodo dan Basuki T. Purnama saat ini memancarkan pesona dan aura harapan. Kisah-kisah sukses keduanya mampu meyakinkan sebagian besar pemilih Jakarta bahwa keduanya pantas diberi kesempatan memimpin ibukota Republik Indonesia ini.

Sementara penyebab kedua kekalahan Fauzi Bowo adalah kualitas Partai Demokrat yang menjadi motor utama pendukungnya.

"Kekalahan ini bukan karena prestasi Fauzi Bowo jelek banget. Tapi lebih karena Partai Demokrat yang mendukungnya sudah terlalu parah. Publik Indonesia umumnya sudah tidak percaya lagi pada partai yang diduga menjadi sarang koruptor ini," ujar Adhie kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat pagi (21/9).

Katanya lagi, kasus yang melilit salah seorang anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Siti Hartati Murdaya, turut merusak image Fauzi Bowo. Begitu juga dengan pembicaraan mengenai skandal danatalangan Bank Century yang dibuka kembali.

"Beban Fauzi Bowo karena Demokrat yang terindikasi jadi sarang koruptor ini terlalu berat untuk menghadapi Jokowi yang sangat populer," demikian Adhie yang juga dikenal sebagai salah seorang tokoh oposisi. [dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya