Berita

ilustrasi

Kepergian Adik Pahlawan Revolusi DI Panjaitan Meninggalkan Gugatan di Pengadilan

JUMAT, 07 SEPTEMBER 2012 | 01:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Kepergian pendiri dan pemilik PT Pipa Mas, Sopar Panjaitan dan yang merupakan adik kandung pahlawan revolusi DI Panjaitan ternyata meninggalkan keluarga yang saling menggugat di pengadilan.

Bagai kisah sinetron masa kini, namun kasus ini cerita fakta. Seorang ibu kandung didampingi tiga orang anaknya yang lain melakukan gugatan perdata terhadap dua anaknya. Sebagaimana terdaftar dalam sidang di Jakarta, Ny. Tiolan Panjaitan melakukan gugatan perdata melalui nomor perkara 322/PDT.G./20/2/PNJKTP tanggal 19 Juli lalu. Sidang pertama digelar 5 September 2012.

NY. Sopar Panjaitan mengadukan dua anak kandungnya Elias Panjaitan dan putrinya Elyda Sarah Panjaitan dengan tuduhan melakukan perbuatan melawan hukum. NY. Tiolan adalah istri dari almarhum Sopar Panjaitan, adik kandung dari pahlawan revolusi DI Panjaitan sekaligus sebagai pendiri dan pemilik PT Pipa Mas Putih (PMP).


Sepeninggal Sopar (meninggal 26 Februari 2012) NY. Tiolan kemudian ingin menguasai sendiri seluruh harta warisan termasuk memimpin PT PMP. Terbukti dengan permintaan kepada putrinya Sarah untuk menandatangani tanda persetujuan untuk memberikan kuasa penuh kepada ibunya untuk mengatur keperluan pengalihan saham-saham milik Sopar Panjaitan termasuk saham di perusahaan selain PT PMP.

Persoalannya, rupanya tergugat Sarah sudah lama 'dikucilkan'. Ketika hal ini dikonfirmasi pada Sarah, menurutnya, para penggugat tidak transparan dan menjalankan perusahaan dengan semaunya.

"Saya heran, ibu kandung menggugat saya, padahal saya sudah lama tidak pernah menerima apapun dari perusahaan dalam bentuk laporan keuangan dan sebagainya," tuturnya.

Menurutnya, perlakuan para penggugat pada dirinya sudah tidak manusiawi.

"Bahkan sejak kepergian bapak, dua putri sayapun diperlakukan tidak lagi sebagai orang yang perlu perlindungan dan kasih sayang," lanjutnya.

"Karena mereka memperadilkan saya sebagai keluarga kandung dan yang berhak atas sebagian warisan, saya akan melakukan perlawanan keras," ucapnya.

Sarah dengan dua putrinya sekarang ini mengungsikan diri dari rumah keluarga di jalan Tegal No.4 Menteng karena sudah tidak nyaman atas berbagai perlakukan keluarga.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya