Berita

ilustrasi/ist

Terbukti, KPK Lindungi Bos Besar dan Ketua Besar

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2012 | 22:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Surat dakwaan terhadap Angelina Sondakh yang disusun KPK sangat mengecewakan. Pasalnya, ada banyak tokoh dan peran-peran yang selama ini terungkap ke publik terkait kasus Angie tidak didetailkan dalam dakwaan. Diantaranya, soal nama dan peran bos besar dan ketua besar.

"Ini membuktikan KPK main-main," ujar Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Kamis, 6/9).

Dia menyayangkan kenapa bos besar dan ketua besar tidak tercantum rinci dalam surat dakwaan Angie. Sementara cukup detail menyebut peran Wayan Koster, anggota DPR Fraksi PDI P. Padahal soal bos besar dan ketua besar pernah diakui mantan Direktur Marketing Permai Group Mindo Rosalina Manullang dan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin dalam persidangan.


Rosa mengaku berkali-kali ditagih apel Malang dan apel Washington untuk bos besar dan ketua besar oleh Angie lewat pesan blackberry. Bos besar adalah istilah yang dipakai Angie untuk menyebut Anas Urbaningrum, sedangkan ketua besar adalah mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir.

"Penghilangan" tersebut, kata Boyamin, membuktikan KPK tak bertitikad baik membongkar kasus korupsi pembahasan anggaran di Kemendiknas dan Kemenpora tahun 2010 dan 2011. Tidak bisa ditolerir kenapa KPK tidak memuat hal-hal yang selama ini sudah menjadi fakta persidangan.

"KPK melindungi pelaku-pelaku lain," ucap Boyamin.

"Terbukti KPK tak berani sentuh kekuasaan.KPK tak lagi lembaga superbody, tapi melindungi "body" koruptor dengan "body"-nya," tandas Boyamin.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya