Berita

rizal ramli di kajuara/rmol

Rizal Ramli: Insya Allah Saya Siap (Jadi Presiden)

RABU, 22 AGUSTUS 2012 | 22:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Menko Perekonomian DR. Rizal Ramli menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.

Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Penyatuan Komitmen Bersama dan Silaturrahmi Putra-putri Bone, Rabu (22/8), di Desa Kajuara, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjawab tantangan sekaligus permintaan tokoh muda dan masyarakat Bone agar tidak ragu mencalonkan diri pada Pilpres mendatang.

"Insya Allah, kalau rakyat Bone mendukung, kalau rakyat Indonesia mendukung saya siap," tegas dia.


Acara Penyatuan Komitmen Bersama dan Silaturrahmi Putra-putri Bone sendiri digelar oleh tokoh muda dan masyarakat Bone. Kurang lebih 2000 warga hadir dalam acara yang juga dihadiri oleh politisi vokal Permadi, pejabat pemerintah daerah Kabupaten Bone dan Provinsi Sulawesi Selatan, serta beberapa calon bupati Bone. Sementara Jusuf Kalla membatalkan janji untuk hadir beberapa jam sebelum acara dilangsungkan dengan alasan sibuk.

Dia katakan, hal paling mendasar yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin yang tegas dan membela rakyatnya dengan sunguh-sungguh. Bukan yang pro asing seperti yang selama ini terjadi.

"Presiden itu harus tegas dan berani," tegas dia lagi.

Dalam kesempatan ini Rizal Ramli sempat menyampaikan beberapa pandanganya tentang cara membangun bangsa dan negara. Hal itu disampikan dia lagi-lagi untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari tokoh muda dan masyarakat Bone yang mempertanyakan cara memajukan Bone pada khusunya, memajukan bangsa dan negara pada umumnya.

Menurutnya, yang penting dilakukan adalah membangun infrastruktur transportasi yang baik agar jarak antar daerah bisa diperpendek. Sehingga akses masyarakat dan mobilitas ekonomi juga berjalan dengan baik.

"Kalau saya jadi presiden, saya akan bangun jalan kereta api di sepanjang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua," urainya.

Dari mana uangnya? Menurut dia bukanlah masalah. Uang bisa diambil dari hasil penghematan belanja pembangunan yang jumlahnya 400 triliun, bukan dari mengutang. Menurutnya, sebagian besar dari belanja pembangunan saat ini digunakan untuk membeli mobil pejabat, mobil dinas untuk pejabat dan gedung kantor untuk pejabat.

"Kalau saya jadi presiden, saya katakan pemerintah tidak boleh lagi membeli mobil baru selama lima tahun. Tidak boleh lagi membeli kantor dan rumah dinas baru. Kalau perlu cukup sewa saja karena biayanya lebih murah," kata pria yang juga disapa Gus Romli itu.

Soal mobil dinas, biaya perawatannya sama dengan harga dua mobil. Dengan sewa, paling cuma menghabiskan Rp 75 triliun sehingga ada uang sisa Rp 325 triliun. Untuk membangun kereta api di Sumatera hanya butuh Rp 20 triliun, untuk bangun kereta api di Sulawesi hanya butuh Rp 20 triliun. Jadi uang untuk membangunnya ada, tanpa perlu meminjam ke asing.

"Di China tiap tahun dibangun jalan sepanjang 10 ribu KM. SBY tahun 2004 berjanji akan membangun tol Anyer-Banyuwangi sepanjang 1300 KM dan bisa selesai tahun 2009. Tapi buktinya sampai 2012 yang selesai dibangun hanya 60 KM. Hanya 5 persennya saja," sebutnya.

Hal lainnya, urai Rizal Ramli, dirinya juga akan menghentikan kebiasaan buruk pemerintah mengutang ke asing. Jepang bisa membangun negaranya dan maju seperti barat tanpa utang asing setelah hancur lebur pada perang dunia kedua.

"Tanah kita kaya, rakyat kita mau bekerja, tak ada alasan untuk tidak bisa bangkit," tandas dia.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya