Berita

PUTARAN DUA PILGUB DKI

Jangan Pilih Cagub yang Cuma Jago Beropini Manis

SABTU, 18 AGUSTUS 2012 | 20:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebagai kota, provinsi dan ibukota negara, beban masalah yang ada di Jakarta sangatlah banyak. Mulai dari masalah sosial, ekonomi, lingkungan, kesehatan, pendidikan dan masalah-masalah lainnya.

Dalam kapasitasnya sebagai ibukota negara, perwakilan seluruh dunia ada di Jakarta. Penduduk Jakarta sangatlah heterogen. Jakarta adalah pintu gerbang dunia.

"Untuk itu Jakarta harus dipimpin oleh orang yang ahli. Jakarta harus dipimpin oleh orang yang piawai," ujar tokoh masyarakat Jakarta, Asraf Ali kepada Rakyat Merdeka Online belum lama ini (Sabtu, 18/8).


Agar laju "kapal" Jakarta dengan beban besar bisa tetap melaju stabil, katanya, maka pemimpin Jakarta haruslah orang yang tidak hanya punya kapasitas dan tegas dalam bertindak, tapi juga punya pengalaman yang cukup dalam mengelola pemerintahan.

"Jakarta juga harus dipimpin orang dengan kemampuan intelektualitas yang mumpuni dan jujur," sambung anggota DPRD DKI Jakarta itu.

Asraf berharap, warga Jakarta teliti dengan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bersaing pada putaran dua September nanti. Ia mengimbau warga tak terpengaruh dan terjebak pada pencitraan yang hanya mengandalkan opini manis yang dibuat oleh calon maupun tim sukses calon. Warga tidak memilih calon yang mencitrakan diri sebagai pembawa perubahan padahal tidak punya pengalaman dalam merubah sesuatu.

"Jangan mau digiring dengan bungkusan yang bagus," imbaunya.

Sementara bagi Asraf, Fauzi Bowo memenuhi syarat dan punya karakter sebagai pemimpin yang dibutuhkan Jakarta. Pengalaman bergaul setiap hari dengan Fauzi Bowo membuat Asraf yakin Fauzi Bowo punya kemampuan, paham masalah dan ahli mengatasi permasalahan yang ada di Jakarta. Fauzi Boeo ia juga punya pengalaman dalam tata kelola pemerintahan DKI lebih dari cukup.

"Tapi memang Foke itu orang eksak, terkadang menyampaikan sesuatu tidak seperti orang lain yang pandai beropini," katanya.

Sekarang ini, katanya, pembangunan di Jakarta sudah pesat dan berjalan cukup kencang. Sehingga kalau dipimpin orang baru yang tidak paham dengan Jakarta, maka akan mengganggu laju pembangunan itu sendiri.

"Jadi jangan mundur lagi," tandasnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya