Berita

ilustrasi

RUU DESA

Aparat Desa Ancam Boikot Pemilu 2014

SELASA, 07 AGUSTUS 2012 | 19:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kepala desa dan perangkat desa yang terhimpun dalam Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara mengancam akan kembali melakukan demonstrasi apabila DPR dan pemerintah tidak juga mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Desa.

Mereka memberi batas waktu kepada DPR dan pemerintah untuk mengesahkan RUU Desa paling lambat Nopember tahun ini.

"Awal Nopember harus selesai, kalau tidak kami siap melakukan aksi parlemen jalanan lagi," ucap Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Parade Nusantara, Sudir Santoso kepada Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu.


Tidak ada alasan bagi DPR dan pemerintah untuk bermain-main lagi. UU Desa, kata Sudir, harga mati buat masyarakat desa karena dengan UU itu hak dan kewajiban para kepala desa dan perangkatnya terjamin.

Salah satu point terpenting yang dikehendaki Kepala desa dan aparat desa dalam UU Desa adalah pengaturan alokasi anggaran yang proporsional dan rasional untuk pembanguna desa. Setidaknya, 10 persen APBN harus dialokasikan untuk desa.

Kalau UU Desa yang merupakan kehendak rakyat desa selaku pemegang mayoritas bangsa tidak disahkan tahun ini, maka Parade Nusantara, aparatur pemerintah di desa seluruh Indonesia, akan mengabaikan agenda-agenda nasional dalam konteks dinamika demokrasi. Mereka akan memboikot pemilu 2014.

"Kalau deadlock kembali seperti tahun 2009, maka kami akan menolak pengusulan petugas PPS dan KPPS di setiap desa. Kami juga akan menolak desa dijadikan tempat pemungutan suara di Pileg maupun Pilpres," tandasnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya