Berita

Syarief Hasan/ist

Menkop dan UKM Akan Bantu Pemasaran Gula Semut dan Gerabah

RABU, 16 MEI 2012 | 20:21 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, berjanji akan membantu memasarkan gula semut yang merupakan produk unggulan Kulonprogo. Selain itu, Menkop juga  akan membantu pemasaran gerabah dari Kasongan, Bantul.

“Gula semut memiliki prospek cerah di tengah meningkatnya standar hidup masyarakat. Peningkatan standar itu membuat masyarakat mulai memilah menggunakan produk yang lebih aman untuk kesehatan. Gula semut bisa memanfaatkan celah itu untuk memasarkan produknya,” katanya dalam kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, di Gedung Kaca kompleks Pemkab Kulonprogo kemarin, Selasa (15/5).

Sebagai bukti kesungguhannya, Menkop dan UKM meng instruksikan deputi-deputi nya untuk memasukkan gula semut sebagai salah satu produk unggulan dalam display. Selain itu, Syarief juga mengundang pelaku usaha di Kulonprogo untuk menggelar pameran di Jakarta, secara Gratis.


Sementara, Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap peluncuran ditindaklanjuti dengan upaya konkret di lapangan. Sultan juga meminta dukungan pemerintah untuk penguatan beberapa sektor, seperti penguatan pasar, asistensi bagi pengusaha, regional branding, serta infrastruktur yang memadai agar produk unggulan ini bisa berkembang lebih baik.

Menurut Gubernur, gula semut dan gerabah melalui proses inovasi dan kreativitas sehingga memiliki keunggulan melalui produk-produk sejenis.Oleh karena itu, dalam rangka menghadapi iklim persaingan yang ketat para pelaku UMKM mulai memikirkan kekhususan produk dengan memiliki nilai tambah.

"Jika pelaku usaha hanya disandarkan pada harga, maka produk akan cepat tersingkir begitu  masuk produk yang lebih murah," katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan, produk gula semut bahan bakunya berasal dari pohon kelapa. Kulon Progo memiliki 17.159 hektare lahan yang ditanami pohon kelapa yang terdiri atas 5.933 kepala keluarga penderes dengan melibatkan 13.104 pekerja.

"Dari jumlah itu setiap bulannya mampu menghasilkan 125,5 ton gula semut atau setara dengan 1.500 ton per tahun dan dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara seperti Belgia, Jerman, Inggris, Italia, dan Australia," katanya.

Dalam kegiatan itu, Menkop dan UKM juga menyerahkan bantuan kredit baik dari Kementerian Koperasi dan UKM maupun perbankan kepada kelompok-kelompok usaha di DIY yang nominalnya bervariasi dari Rp20 juta hingga Rp150 juta. [mar]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Obituari Dudi Sudibyo

Senin, 16 Maret 2026 | 21:36

Sekda Jateng Diperiksa Kejati

Senin, 16 Maret 2026 | 21:12

Mendes Optimistis Ekonomi Desa Bergerak Bersama Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 21:06

Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Lebih dari 32 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis Presisi 2026

Senin, 16 Maret 2026 | 20:58

Kunjungi Kantor Agrinas, Menkop Godok Operasional Kopdes

Senin, 16 Maret 2026 | 20:49

Media Berperan Penting sebagai Pilar Demokrasi

Senin, 16 Maret 2026 | 19:48

PT KAI Bangun 5.484 Rusun Nempel Stasiun di Empat Kota

Senin, 16 Maret 2026 | 19:28

Survei Konsumen: Komitmen Lingkungan Jadi Penentu Pilihan AMDK

Senin, 16 Maret 2026 | 19:14

Untung dari Perang

Senin, 16 Maret 2026 | 19:05

Selengkapnya