Berita

ilustrasi/ist

Calon Entrepreneur Harus Manfaatkan Peluang MP3EI

MINGGU, 29 APRIL 2012 | 19:17 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Para calon entrepreneur harus berani mengambil resiko dari semua tindakannya dalam mengembangkan usaha. Pemanfaatan peluang usaha yang harus maksimal, tidak jadi alasan untuk takut menghadapi resiko.

Hal itu ditegaskan Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan dalam acara Move On Entreprenur yang digelar Nasional Enterpreneur University di Hotel Mercure-Ancol, Jakarta Utara akhir pekan lalu.

"Entrepreneur tidak pernah cukup dengan apa yang dia hasilkan. Dia harus berani mengambil resiko," kata Syarif.

Syarif berharap para calon entreprenur dan semua entreprenur yang telah tumbuh dan berkembang saat ini bisa memanfaatkan proyek pembangunan pemerintah dalam mengembangkan usahanya. Keberadaan program masterplan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI), misalnya, menjadi peluang nyata yang bisa dimanfaatkan oleh semua calon entreprenur.

"Koridor ekonomi yang ada dalam MP3EI adalah peluang bari para calon pengusaha untuk mengembangkan usahannya. Banyak sekali peluang yang diberikan," tegas Syarif.

Jika MP3EI dijadikan peluang usaha yang baik oleh entrepreneur, pada tahun 2025, Indonesia bisa masuk 12 negara ekonomi besar dunia dan menjadi delapan negara ekonomi terbesar dunia tahun 2045.

"Semua orang harus punya mimpi. Kita harus punya mimpi, dalam 3-5 tahun ke depan kita harus menjadi the number one pada produk yang kita hasilkan. Saya entreprenur pemula, but I am going to be number one," ujarnya.

Syarif yakin perkembangan dunia usaha Indonesia ke depan akan terus membaik. Kondisi ini memungkinkan rasio pengusaha akan mencapai minimum requirement sebagai negara maju pada tahun 2012. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan minimum requirement pengusaha sebesar dua persen dari total jumlah penduduk bisa tercapai pada tahun 2014.

Namun, setelah hanya 0,18 persen tahun 2008, pada tahun 2010 jumlah tersebut meningkat menjadi 0,24 persen. Malah saat ini jumlahnya sudah mencapai 1,56 persen. Dengan demikian, menurut Syarif, target sebesar dua persen tidak harus menunggu sampai tahun 2014.

Pemerintah saat ini memandang entreprenur tidak saja sebagai pencipta lapangan kerja, tetapi juga pahlawan APBN dan garda terdepan dalam mengurangi kemiskinan. Tanpa keterlibatan entreprenur, sulit bagi pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran. "Entrepreneur itu pahlawan dalam banyak hal," tegasnya.

Karena itu, sangat wajar jika keberadaan entreprenur menjadi inspirasi bagi masyarakat yang lain, bahkan menjadi inspirasi bagi negara dalam memecahkan masalah ekonomi. [zak]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya