Berita

syarif hasan/ist

Menteri Syarif Hasan Dorong Pelaku Koperasi dan KUKM Terus Diberdayakan

KAMIS, 08 DESEMBER 2011 | 15:38 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Secara makro, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengakui kinerja Kemenkop dan UKM masih memiliki kelemahan sehingga dari sisi mikro perlu dievaluasi melalui sistem SWOT.

"Meski ada kelemahan, melalui sistem analisis strengths, weaknesses, opportunities, dan threats (SWOT) kondisinya akan lebih membaik," ujar Syarief Hasan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Hotel Mercure, Jakartra Utara (Kamis, 7/12).

Syarif pun meminta seluruh peserta Rakornas terus memberdayakan pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di seluruh daerah. Adapun salah satu cara memperkuat pelaku sektor riil adalah dengan cara mentransfer seluruh dana dekonsentrasi (Dekon) maupu bantuan sosial (Bansos) ke seluruh daerah. Artinya, spending atau APBN yang dipersiapkan pemerintah harus sampai ke KUMKM.


"Apabila dana Dekon dan Bansos tidak sampai ke penerima, berarti APBN yang telah dipersiapkan tersendat. Akibatnya, program pemberdayaan terhadap KUMKM juga jadi tersendat," Syarif mengingatkan.

Syarif juga meminta peserta Rakornas, khususnya Kepada Dinas Koperasi dan UKM, untuk mengoptimalkan dukungan terhadap program pemberdayaan KUMKM. Dengan demikian sasaran perkuatan kapasitas pelaku sektor riil bisa tercapai.

Syareif meminta agar pemberdayaan KUMKM di seluruh daerah juga dikaitkan dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan salah satu implikasinya meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat.

"Saat ini jumlah per kapita masyarakat sekitar 3.561 dolar AS per tahun, dan pada 2014 ditargetkan makin membaik ke posisi 4.500 dolar per tahun. Melalui sinkronisasi MP3EI dengan pemberdayaan KUMKM, pemerintah optimistis itu bisa tercapai," ujar Syarif.

Menurut dia, beberapa program Kementerian Koperasi dan UKM yang telah berhasil adalah peningkatan pelaku KUMKM. Indikasi tersebut bisa dimonitor ketika Sajridfuddin Hasan menjabat Menteri Koperasi dan UKM dua tahun terakhir. Jumlah pelaku UMKM juga meningkat menjadi 53,2 juta dari sebelumnya 52 juta orang.

"Untuk memperkuat kinerja KUMKM, saya selalu menyempatkan diri mengunjungi setiap provinsi sehingga saat ini semua sudah saya kunjungi. Saya memang menjalankan fungsi saya, akan tetapi sebenarnya pihak yang terdepan menjalankan kinerja itu adalah Kepada Dinas Koperasi dan UKM seluruh daerah," kata Syarif.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, mengemukakan bahwa Rakornas menjadi salah satu upaya strategis memperkuat dasar kehidupan dan perekonomian rakyat.

"KUMKM memiliki urgensi dan fokus untuk diberdayakan, karena peran strategis dan kontribusinya mampu menjaga dinamika dan keseimbangan perekonomian Indonesia. Selain itu, KUMKM juga menjadi sumber dan inspirator pengembangan inovasi dan kreativitas ekonomi Indonesia." demikian Agus. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya