Berita

lim joe thay (2008)/rmol

DR. LIM JOE THAY

Saksi Mata Mayat Korban G30S Itu Meninggal Dunia

JUMAT, 25 NOVEMBER 2011 | 09:14 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Namanya Lim Joe Thay. Juga dikenal dengan nama Arief Budianto, ahli forensik dari Universitas Indonesia (UI) ini adalah satu dari lima dokter yang mengautopsi mayat enam jenderal dan seorang perwira muda TNI Angkatan Darat yang tewas dalam peristiwa penculikan dinihari 1 Oktober 1965 silam.

Mereka yang diculik dan dibunuh itu adalah Menteri Panglima Angkatan Darat Letjen Ahmad Yani, Deputi II Menpangad Mayjen R. Soeprapto, Deputi III Menpangad Mayjen MT. Harjono, Deputi IV Menpangad Brigjen DI. Panjaitan, Oditur Jenderal/Inspektur Kehakiman AD Brigjen Soetojo Siswomihardjo, Asisten I Menpangad Mayjen S. Parman, dan Lettu P. Tendean (Ajudan Menko Hankam/KASAB Jenderal AH Nasution).

Mayat mereka ditemukan pada sore hari 4 September 1965 di sebuah sumur tua yang ditutupi dengan tanah dan sebatang pohon pisang, di sebuah daerah di sekitar Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma. Kelak lokasi itu dikenal dengan nama Lubang Buaya.

Bersama empat temannya yang ditugaskan Panglima Kostrad yang juga Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban, Mayjen Soeharto, Lim Joe Thay mengautopsi ketujuh mayat itu dari pukul 16.30 sore tanggal 4 Oktober 1965 hingga dini hari, 00.30 tanggal 5 Oktober 1965. Beberapa jam kemudian ketujuh perwira yang menjadi Pahlawan Revolusi itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Adalah seorang perwira menengah TNI AD, Letkol. Untung, yang memimpin penculikan dan menamakan kelompoknya sebagai Gerakan 30 September (G30S). Kelak kemudian, rezim militer Orde Baru menambahkan Partai Komunis Indonesia (PKI) di belakang G30S. Jadilah ia G30S/PKI, salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia modern setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Tanggal 22 November lalu, sekitar pukul 19.00 WIB, Lim Joe Thay atau Arief Budianto meninggal dunia dengan tenang. Pria berusia 85 tahun itu menghembuskan nafas terakhir di kediamannya di Jalan Johar Baru, Salemba, Jakarta Pusat.

"Beliau meninggal di rumah, dengan tenang. Setelah minum, beliau tidur dan meninggal dunia," ujar salah seorang mantan muridnya di Fakultas Kedokteran UI, Dr. Djaja Suryaatmadja, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 25/11).

Sudah sejak beberapa tahun belakangan ini, Dr. Lim mengalami beberapa kali serangan jantung dan stroke.

Dr. Djaja adalah salah seorang mantan murid Dr. Lim di FKUI. Kini Dr. Djaja melanjutkan peran Dr. Lim sebagai pengajar forensik di FKUI.

Jenazah Dr. Lim, masih menurut Dr. Djaja, telah dikremasi kemarin (Kamis, 24/11) di Cilincing, Jakarta Utara.

Dr. Djaja mengenang Dr. Lim sebagai dosen yang begitu berdedikasi pada dunia kedokteran dan pengajaran khususnya forensik. Dr. Lim mendorong agar semua mahasiswa yang diajarnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengambil spesialisasi.

Dr. Djaja sendiri kini dikenal sebagai salah seorang spesialis forensik DNA.

"Bagi kami beliau adalah pelopor forensik di Indonesia," demikian Dr. Djaja. [guh]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya