Berita

abdelaziz/ist

Dunia

Istri Abdelaziz Diduga Gelapkan Bantuan Kemanusiaan

RABU, 26 OKTOBER 2011 | 18:46 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Sudah sejak beberapa tahun terakhir ini bantuan kemanusiaan yang dikirimkan berbagai lembaga donor ke kamp pengungsi Tindouf di baratdaya Aljazair diselundupkan dan dijual di sejumlah negara lain di kawasan Sahel Sahara, Afrika.

Informasi terkahir yang berkembangan menyebutkan "the first lady" di Tindouf, Khadija Hamdi, terlibat aktif dalam penyelundupan tersebut.

Sejak pertengahan 1970an Tindouf dikuasai oleh kelompok separatis Maroko, Polisario. Aljazair, juga Libya, mendukung kelompok separatis yang dipimpin Muhammad Abdelaziz ini. Sampai 1991 Maroko di satu sisi terlibat konflik bersenjata dengan Polisario yang mendapatkan bantuan dari Aljazair dan Libya. Menyusul genjatan senjata di tahun 1991, PBB mendirikan misi Minurso untuk membantu rekonsiliasi antara Maroko dan Polisario cs.

Menurut Morocco Board News Service yang diterbitkan keturunan Maroko di Amerika Serikat, document mengenai keterlibatan Khadija beredar di Tindouf. Dalam document itu disebutkan daftar sejumlah rekening bank asing dan berbagai document pendukung lainnya yang berkaitan dengan Khadija.

Informasi ini diperoleh dari seorang tokoh senior di Tindouf yang tak mau disebutkan namanya. Tokoh senior ini mengatakan, setelah mempelajari dokumen yang beredar itu, Abdelaziz segera menggelar pertemuan dengan para pembantunya. Ia juga memerintahkan agar aparat keamanan Polisario mencari tahu pihak mana yang membocorkan dokumen itu.

Selain Khadija, dalam dokumen itu juga disebutkan bahwa mentor kebudayaan dan pertahanan Polisario, Mohamed Lamine El Bouhali, pun terlibat dalam penyelundupan. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya