Berita

Kehabisan Kata-kata, Tokoh Lintas Agama Ajak Rakyat Akhiri Keprihatinan

SELASA, 18 OKTOBER 2011 | 15:50 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kelompok tokoh lintas agama menyampaikan surat terbuka kepada rakyat yang lagi-lagi menyatakan keprihatinan mereka atas terpuruknya kehidupan berbangsa dan bernegara di segala bidang. Bahkan keprihatinan mereka kali ini jauh mendalam dan mendasar.

"Surat Terbuka Kepada Rakyat dari Tokoh-tokoh Lintas Agama", dibacakan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/10).

Barisan tokoh agama itu terdiri dari Ahmad Syafii Maarif, KH. Salahuddin Wahid, Mgr. Martinus D. Situmorang, Pdt. Andreas Yewangoe, Bikhu Sri Panyavaro Mahathera, Ida Pedande Sebali Tianyar Arimbawa, Haksu Thjie Tjai Ing Xueshi, Prof. Frans Magnis Suseno, SJ, Djohan Effendi, Azyumardi Azra dan Abdul Mu'ti. Sebelumnya, bersama puluhan masyarakat lainnya, para tokoh melakukan aksi jalan kaki dari kantor Konferensi Waligereja Indonesia, Menteng.


Para tokoh agama mengaku sangat mengapresiasi dan menghargai rakyat yang telah bekerja keras, mengembangkan solidaritas, serta terus kreatif untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Dan mereka mengajak rakyat dan semua pihak terus bekerjasama untuk segera mengakhiri situasi yang memprihatinkan sesuai semangat konstitusi.

Diakui oleh para tokoh agama bahwa sudah cukup lama Presiden dan berbagai tokoh nasional menyatakan berada di garis depan untuk memberantas korupsi. Tetapi ternyata korupsi politik tetap merajalela. Gurita korupsi dari hulu ke hilir melibatkan pejabat kementerian, anggota DPR, para penegak hukum, partai politik, dan pengusaha.

Akibatnya, sebagian besar rakyat Indonesia mengalami biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan bahan pokok sehari-hari yang semakin berat. Rasa aman dan damai terasa semakin jauh di tengah tingginya pelanggaran HAM dan kebebasan beribadah, kekerasan, pengrusakan lingkungan hidup, dan hukum yang tidak berdaulat.

Menurut mereka, sangatlah tidak mungkin jika Presiden SBY tidak mengetahui perihal tersebut. Dan merupakan hal yang sulit dimengerti oleh pikiran rakyat jika Presiden tidak tahu bagaimana menghentikannya.

Mereka juga mengatakan, sulit sekali menemukan nilai-nilai unggul kepemimpinan yang akan secara nyata memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyebab utamanya adalah kepemimpinan nasional yang lemah. Akibatnya, tidak ada permasalahan fundamental bangsa dan negara yang berhasil diselesaikan secara tuntas.

Namun, para tokoh agama pun menyadari ada upaya-upaya untuk mempermasalahkan pernyataan moral mereka dan dituduh sebagai penyebab terjadinya tindakan kekerasan atau konflik. Tapi mereka memastikan akan tetap melaksanakan tugas-tugas keagamaan dan pendidikan umat sebaik-baiknya.

"Namun, dalam hal menyikapi kepemimpinan saat ini, kami ingin menyatakan bahwa kami seperti telah kehabisan kata-kata yang dapat disampaikan sebagai bentuk imbauan moral," demikian isi surat yang dibacakan secara bergiliran di Tugu Proklamasi.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya