Berita

lustrasi/ist

PUASA DI DEPAN ISTANA

Tokoh Hindu: Dalam Perjuangan Campur Tangan Tuhan Dibutuhkan

SENIN, 05 SEPTEMBER 2011 | 11:28 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Masyarakat semakin resah dalam menjalani hidup. Kebijakan pemerintah yang tidak adil dapat ditemui dengan mudah, baik di bidang politik maupun ekonomi. Praktik korupsi semakin merajalela, sementara kemiskinan dan kesenjangan semakin bertambah.

Hal-hal inilah yang membuat tokoh masyarakat Hindu Bali, Gus Indra Udayana, merasa terpanggil untuk menggelar doa dan puasa di depan Istana.


"Dalam setiap perjuangan, campur tangan Tuhan selalu dibutuhkan agar sukses mencapai tujuan," kata Gus Indra yang pernah sangat dekat dengan Gus Dur ketika berkunjung ke Rumah Perubahan 2.0 di kawasan Harmoni, Jakarta, Minggu malam (4/9).



Penjelasan senada juga datang dari Ketua Wanita Hindu Lampung, Ning Made Setiasih. Menurut dia, umat beragama punya peran penting dalam perubahan yang dibutuhkan Indonesia.



"Almarhum Gus Dur sangat menaruh perhatian terhadap ummat Hindu di Lampung. Kami rakyat di Lampung kini hidup sendiri dan dipaksa mandiri. Rakyat seperti yatom piatu dalam menjalani  kehidupan yang semakin berat," kata Ning.



Yudha Negara, tokoh Hindu lainnya yang juga hadir dalam pertemuan di kantor Dr. Rizal Ramli itu, menambahkan, doa dan puasa bersama lintas agama sangat mendorong perjuangan, khususnya perjuangan tanpa kekerasan.

“Ini sangat powerful. Sebagai rakyat yang religius, umat beragama yakin kekuatan doa dan puasa bersama akan memberi kekuatan moral yang kuat dalam mendorong perubahan,” katanya. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya