Berita

ist

KWI dan PGI: Usut Dana Judi Greenpeace!

SENIN, 08 AGUSTUS 2011 | 15:07 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Konferensi Wali Gereja (KWI) juga mempertanyakan dana judi lotere yang diterima Greenpeace. Sekjen KWI Benny Susetyo mendesak pemerintah mengusut aliran dana haram itu.

Pria yang akrab disapa Romo Benny ini menilai, pengusutan itu perlu dilakukan, dan jika terbukti digunakan untuk mendanai kegiatan Greenpeace di Indonesia, maka LSM yang bermarkas di Belanda itu layak dibekukan.

"Pemerintah harus tegas untuk menyelidiki aliran dana lotere itu. Kalau memang terbukti harus dibekukan," tegas Romo Benny akhir pekan lalu.

Dia mengingatkan bahwa hukum di Indonesia berlaku sama untuk semua.

"Jangan mentang-mentang LSM asing lalu tidak tunduk pada peraturan di Indonesia. Untuk dana lotere yang mengalir ke LSM Greenpeace, menjadi tugas pemerintah untuk menyelidiki. Harus diingat dana judi itu sangat sensitif di Indonesia yang mayoritas umat Islam," terangnya.

Sekjen Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom secara terpisah mengatakan, lotere dan judi jelas akan berdampak buruk bagi masyarakat. Sehingga merupakan tugas pemerintah, katanya, mengusut hal ini.

Sebelum KWI dan PGI, Majelis Ulama Islam (MUI) juga mempersoalkan dana lotere yang diterima Greenpeace. Sekjen MUI Amidhan dengan tegas menyatakan judi, bagaimanapun bentuknya, jelas haram.

Penjelasan serupa juga disampaikan Wakil Ketua Majelis Fatwa MUI, Nahar Nahrawi. Dia mengutip  surat Al Maidah ayat 90 yang mengatakan bahwa judi, seperti halnya meminum khamar adalah perbuatan setan. Maka orang-orang beriman diwajibkan menjauhi perbuatan ini.[guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya