m jasin/ist
m jasin/ist
RMOL. Wakil Ketua Komisi Pemebrantasan Korupsi (KPK) M Jasin tidak mau melanjutkan kisruh akibat pernyataannya terdahulu yang mengaku tak menemukan indikasi pidana dalam kasus pemberian uang Rp 828 juta dari Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin ke Sekjen Mahkamah Kontitusi (MK) Janedjri M Gaffar. Celoteh Jasin itu mendapat reaksi keras DPR.
"Pemberitaan media variatif. Saya tak bisa salahkan DPR atau media," ujar Jasin di gedung DPR, Jakarta, Senin (23/5).
Tapi Jasin menegaskan, KPK akan melakukan penelusuran data mencari informasi sehingga dari data itu bisa diklasifikasikan apakah tindakan Nazaruddin itu gratifikasi atau percobaan penyuapan.
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Senin, 06 Juli 2026 | 18:36
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
Senin, 06 Juli 2026 | 17:38
Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50
UPDATE
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00
Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57
Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41
Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31
Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22