m jasin/ist
m jasin/ist
RMOL. Wakil Ketua Komisi Pemebrantasan Korupsi (KPK) M Jasin tidak mau melanjutkan kisruh akibat pernyataannya terdahulu yang mengaku tak menemukan indikasi pidana dalam kasus pemberian uang Rp 828 juta dari Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin ke Sekjen Mahkamah Kontitusi (MK) Janedjri M Gaffar. Celoteh Jasin itu mendapat reaksi keras DPR.
"Pemberitaan media variatif. Saya tak bisa salahkan DPR atau media," ujar Jasin di gedung DPR, Jakarta, Senin (23/5).
Tapi Jasin menegaskan, KPK akan melakukan penelusuran data mencari informasi sehingga dari data itu bisa diklasifikasikan apakah tindakan Nazaruddin itu gratifikasi atau percobaan penyuapan.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04