Berita

tb hasanuddin/ist

Komisi I: Rakyat Bingung, SBY Harus Cabut Siaga Satu!

SENIN, 25 APRIL 2011 | 10:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pemerintah harus segera mencabut status Siaga Satu yang ditetapkan Presiden SBY melalui Menko Polhukam Djoko Suyanto. Rangkaian perayaan Jumat Agung sampai Paskah yang aman bukti bahwa status itu bisa dicabut.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi I, Mayjen (Purn) Tubagus Hasanuddin, kepada Rakyat Merdeka Online, tadi malam (Minggu, 25/4). Menurut dia, Siaga Satu adalah status tertinggi dalam kesiapan aparat keamanan khususnya TNI.

"Dalam status ini seluruh prajurit TNI harus stand by di markas masing-masing lengkap dengan perlengkapannya termasuk senjata amunisi, kendaraan dan bekal logistiknya," ujar TB.


Siaga Satu tingkat nasional pada umumnya disiapkan untuk menghadapi ancaman dari luar atau ancaman yang disebabkan dari dalam seperti pemberontakan, kudeta atau apapun yang mengancam kepentingan nasional.

"Atau mungkin bencana alam dalam skala nasional," jelasnya.

TB mempertanyakan apa di balik pernyataan Siaga Satu yang diumumkan pemerintah hari Kamis pekan lalu. Adakah presiden memprediksi sesuatu dalam skala nasional?

"Presiden harus menjelaskannya kepada publik. Rakyat harus tahu tentang apa yang terjadi di republik ini. Kalau tidak, segera cabut Siaga Satu," tegasnya.

Status Siaga Satu diumumkan Menko Polhukam Djoko Suyanto di Istana Negara sesuai perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Penetapan status tak lama setelah polisi menemukan dan menjinakkan paket bom seberat 150 kilogram di saluran pipa gas negara sekitar 150 meter dari Gereja Christ Cathedral, Gading Serpong, Tangerang, Banten.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya