Berita

ilustrasi

BOM CIREBON

Makanya, Polisi Jangan Cuma Berani Tindak Mahasiswa

SENIN, 18 APRIL 2011 | 12:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Tanpa mengurangi rasa prihatin, tapi tidak bisa dibantah bahwa tragedi bom bunuh diri Cirebon diakibatkan keteledoran pihak kepolisian.

"Kalau betul pelaku itu MS, berarti aparat kepolisian di Polres Cirebon Kota tidak menyadari bahwa ada buronan di markas mereka," ujar pengamat kepolisian, Neta Pane, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (18/4).

Hal itu berdasar fakta bahwa MS sedang dicari polisi untuk dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan salah seorang anggota TNI di Cirebon.


"Terlepas bom itu meledak di dalam masjid, tapi masjid itu ada di dalam markas polisi dan setiap orang yang masuk ke sana pasti melewati pos penjagaan," ucap Neta.

Keteledoran lain, polisi ternyata kurang mengawasi figur yang terkenal radikal di Ormas-Ormas garis keras. Sementara diketahui, terduga pelaku bom bunuh diri, MS, sering terlibat dalam aksi-aksi bersama Ormas Islam. Polisi, menurut Neta, hanya berani mengawasi figur-figur radikal di dalam kelompok mahasiwa yang kritis terhadappemerintahan.

"Memang lebih mudah menindak mahasiwa yang radikal daripada Ormas, karena kita tahu sejarah berdirinya sebagian besar Ormas-Ormas itu dibidani oknum aparat keamanan," ungkap Neta.

Menurut Neta, Polri boleh saja menyangkal "kecolongan" bom bunuh diri. Tapi harus diakui intelijen kepolisian tidak bekerja maksimal.

"Dalam kasus bom molotov di kantor Tempo dan kasus-kasus bom buku, intelijen tidak maksimal untuk ungkap itu," tegasnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya