Berita

maket gedung baru dpr/ist

Resmi, 7 LSM Laporkan Indikasi Korupsi Proyek Gedung Baru DPR ke KPK

RABU, 16 MARET 2011 | 13:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (16/3). Mereka bermaksud melaporkan dugaan korupsi dalam proses proyek pembangunan gedung baru DPR.

Ketujuh LSM tersebut terdiri dari Transparancy International Indonesia (TII), Indonesia Corruption Watch (ICW), Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS), dan Indonesia Budget Center (IBC). Mereka menilai proses rencana pembangunan gedung baru DPR dilakukan secara tertutup dan mengarah pada indikasi tindak pidana korupsi.

"Hingga kini belum ada kejelasan apakah pengadaan jasa konsultasi yang menghabiskan anggaran hingga Rp 14,5 miliar itu dilakukan melalui tender terbuka atau tidak," ujar Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta (16/3).


Ray menengarai ada upaya mengelabui publik dalam menentukan nominal harga pembangunan gedung baru DPR itu sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

Misalnya saja, biaya nominal untuk pembangunan fisik yang dialokasikan sebesar Rp 1,138 triliun. Rincian alokasi ini sedikitpun tidak dijelaskan kepada publik.

"Nominal biaya yang dijelaskan hanya untuk bangunan fisik yakni Rp 1.138 triliun. Sedangkan biaya furniture, IT, dan sistem keamanan tidak dijelaskan," katanya. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya