Berita

Penting, SBY Harus Bentuk Menteri Kependudukan

SABTU, 29 JANUARI 2011 | 12:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Hingga detik ini jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sudah mencapai 240 juta orang. Ledakan jumlah penduduk ini akan mencapai titik kritis. Untuk itu pemerintah tidak boleh lepas tangan.

Demikian pendapat dua orang pakar dalam acara Polemik di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/1).

Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Sonny Harry D Harmadi, menganjurkan Indonesia membuat pos kementerian baru yaitu menteri kependudukan. Dengan demikian, upaya mencegah ledakan penduduk dapat dibahas di tingkat kabinet.


"Indonesia butuh Menteri Kependudukan supaya bisa membuat Perda atau peraturan lainnya, tidak seperti BKKBN," ucapnya.

Sementara, pakar tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan, dulu pada jaman Orde Baru berkuasa, struktur kekuasaan bisa kendalikan kependudukan.

"Sekarang tidak bisa begitu. Sekarang diambil alih negara atau dikembalikan pada masyarakat untuk mengambil pilihan? Apakah akan dilepas pada masyarakat tanpa intervensi negara. Kalau dulu, aparat negara betul-betul memperkenalkan konsep keluarga berencana pada masyarakat," ucapnya.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya