Berita

Reshuffle Bukan Solusi, Jumlah Menteri Cukup 15

SABTU, 15 JANUARI 2011 | 16:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Menteri-menteri di kabinet dianggap membahayakan Presiden SBY, karena selalu memberikan data-data yang selalu berlawanan dengan fakta. Hal itu pun sesuai dengan sebutan pembohong, yang ditujukan para pemuka agama kepada pemerintah.

"Solusinya bukan reshuffle, tapi ubah struktur menjadi kabinet profesional, bahkan kalau bisa jangan ada orang partai," kata Gurubesar Politik Universitas Indonesia, Iberamsjah, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (15/1).

Ia membantah jika dikatakan jabatan menteri tidak butuh orang-orang profesional, karena jabatan itu merupakan jabatan politik.


"Pengangkatannya politik oleh presiden, tapi bukan berarti jabatan politik, disini orang-orang yang profesional harus ditempatkan bukan politisi," katanya.

Dia menyarankan SBY mengikuti jejak pendahulunya, almarhum Soeharto, yang ketika berkuasa merekrut para akademisi handal dari Universitas terbaik untuk duduk di kabinet sesuai pos dan keahlian masing-masing.

"Harus ada perubahan radikal dan mendasar dalam bentuk kabinet baru. Menko-Menko itu hapus saja, termasuk wakil menteri hapus saja," katanya.

Ia bahkan bisa menjamin, pemerintahan akan lebih baik, kalau jumlah menteri hanya 15 orang di bidang-bidang yang sangat penting.

"Keuangan, perdagangan, pertahanan, Menlu, pendidikan nasional dan beberapa lain yang teramat penting. Dan harus ada leadership yang tegas dari SBY, harus berani keras pada bawahan," pungkasnya.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya