Berita

Blitz

Andi Soraya, Bogem Mentah Berbuah Penjara

JUMAT, 31 DESEMBER 2010 | 05:46 WIB

RMOL. Andi Soraya hanya pasrah saat ditahan aparat pada awal September 2010. Ia masuk bui karena didakwa melakukan penganiayaan. Di saat bersamaan, Aya, biasa disapa, juga bertengkar dengan Catherine Wilson. Kasusnya dengan Wilson hingga kini masih mengantung di Kepolisian.

Kasus Andi Soraya ini bermula pada November 2007. Saat itu, ibu dua anak ini terlibat percekcokan hingga akhirnya dia melayangkan bogem mentah ke wajah Sri Sukaesih di sebuah bar di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Tak terima dengan perlakuan Aya, Sri Sukaesih melapor kasus itu ke polisi. Kasus itu akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan awal 2008.

Dengan alasan sibuk, pemain film Arisan Berondong ini selalu mangkir menghadiri persidangan. Pertengahan 2008, kasus ini menemukan titik terang. Aya pun divonis tiga bulan penjara. Merasa tak terima dengan putusan pengadilan, Aya melayangkan banding dan kasasi. Kasasinya ditolak, Andi masuk di penjara selama tiga bulan.


Pada 29 November 2010, Aya bebas dari Rutan Pondok Bambu dan mulai berkarier lagi di dunia entertainment. Meski sudah bebas dan kembali lagi ke pangkuan kedua anaknya, Shawn Adrian Khulafa dan Darren Starling, tapi Aya menemukan masalah baru dengan bekas mertuanya. Anak tertua Aya, Shawn, saat ini diasuh oleh bekas mertuanya dan tidak boleh kembali ke Ayu yang dinilai kurang becus mengurus anak.

“Anak itu lebih baik dirawat oleh ibunya meski ibunya itu tidak sempurna,” begitu kata Aya.   [RM]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya