Berita

Blitz

Arumi: Baru Kenal Udah Cium-cium

SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 00:50 WIB

RMOL.Arumi Bachsin terus curhat perihal kelakuan tak senonoh pria asal Kudus, Jawa Tengah, yang membuat dirinya kabur dari rumah. Kata bintang film 18+ itu, dia marah, lalu melarikan diri, karena menolak dicium oleh pria tua yang baru dikenalkan orangtuanya.

“Arumi merasa dilecehkan oleh pria yang baru dikenalnya itu. Kata Arumi kepada saya, dia sebal dicium-ciumi orang itu. Masak baru kenal sudah mau cium-ciuman begitu saja,” ungkap Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno.

Menurut Hadi, tindakan pria berusia sekitar 30 tahun itu melanggar hukum. Apalagi pria yang identitasnya belum terungkap itu, menggunakan tipu muslihat untuk bisa memperdaya Arumi.

“Tapi bagaimanapun, kalau mau lebih dalam, ini sudah merupakan bentuk pelanggaran. Menggunakan bujuk rayu dan tipu muslihat untuk mengajak menginap di hotel, tetaplah sebuah bentuk pelanggaran. Polisi harus membuktikan itu,” tegasnya.

Meski ada tindakan melanggar hukum, Hadi memastikan pelaporan yang dilakukan Arumi, bukan tindak pelecehan yang dialaminya. Melainkan dugaan eksploitasi yang dilakukan ibunda Arumi, Maria Lilian Pesch.

“Tapi Arumi tidak melaporkan tindakan pelecehan itu ke Polda, dia hanya melaporkan eksploitasi saja. Kalau memang Arumi mengalami kekerasan seksual, pasti sudah ada laporannya,” jelasnya.

Di lain pihak, ibunya Arumi gerah mendengar eksploitasi berita miring yang menyudutkan dirinya. Menurut Maria, seperti diungkapkan pengacaranya Minola Seba­yang, Maria membantah telah menjodohkan anaknya dengan pria yang usianya 10 tahun lebih lebih tua dari putrinya.

“Keluarga menyayangkan pernyataan KPAI yang membe­berkan pengakuan Arumi. Seharusnya KPAI bisa berko­munikasi terlebih dahulu dengan pihak orangtua. Tidak ada itu seperti itu (perjodohan),” bantah Minola.

“Itu sama saja pembunuhan karakter. Dia (Maria) juga merasa didzalimi, kenapa sampai dibawa ke publik,” jelas Minola. [RM]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya