Berita

Muhammad Sohibul Iman/ist

Ke Belanda, BAKN DPR Pastikan Lewat Pintu Biasa Bandara

SENIN, 08 NOVEMBER 2010 | 12:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Meskipun hanya diikuti empat orang, Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR tetap memutuskan berangkat ke Belanda pada 15 November mendatang.

Keempat anggota BAKN DPR yang bertolak ke Belanda adalah Muhammad Sohibul Imam (FPKS), Nur Yasin (FPKB), dan Mustafa Assegaf (FPPP) dan Eva Kusuma Sundari (FPDI Perjuangan)

Kunjungan kerja yang telah diagendakan hingga tanggal 19 November ini dalam rangka peningkatan reformasi sektor keuangan negara.


Demikian diutarakan anggota BAKN, Muhammad Sohibul Iman saat berbicara dalam konferensi pers di pressroom DPR gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (8/11).

"Kami pahami sikap kritis media massa dan masyarakat secara umum atas rentetan kunjungan kerja DPR maupun eksekutif ke luar negeri, tapi kami menjamin yang dilakukan kami ini akan betul-betul akuntabel dan transparan," kata Sohibul memastikan. 

Sumber dana kunker sendiri berasal dari hibah Asian Development Bank (ADB) yang digelontorkan pemerintah Belanda. Hibah tersebut dimasukkan ke mekanisme APBN sebagaimana tertera dalam Dipa Sekretariat DPR disertai rencana kerja yang telah disetujui oleh ADB.

Untuk diketahui pula, lanjut Sohibul, semua pembiayaan, jadwal kerja mereka nanti sepenuhnya ditentukan pihak Belanda. Sesuai konfirmasi mulai tanggal 16-18 November, telah dijadwalkan pertemuan dengan pihak parlemen Belanda, BPK dan Kementerian Keuangannya.

"19 November kami akan pulang ke Indonersia. Seluruh kegiatan akan dilakukan di Den Haag. Jadi tidak ada wisata-wisata ke tempat lain," papar dia lagi.   

Selain DPR, rombongan ke Belanda juga diikuti pihak BPK, Bapenas dan Kementerian Dalam Negeri.

"Kami ingin rencana kerja ke luar negeri ini menjadi seterang-terangnya kepada publik. Kami baru akan berangkat minggu depan, tidak akan sembunyi-sembunyi. Kami akan menggunakan pintu biasa di bandara," tukasnya.  [wid]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya