prabowo subianto/ist
prabowo subianto/ist
RMOL. Letnan Jenderal (purn) Prabowo Subianto diharapkan bicara tentang tanah dan politik pertanahan di Indonesia dalam Seminar dan Halal Bihalal yang digelar Sabang-Merauke Center (SMC) di Hotel Le Meriden, Jakarta Pusat (Rabu, 29/9).
Namun, kelihatannya Prabowo menggunakan kesempatan itu untuk curhat. Dia menyebutkan bahwa proses demokrasi di Indonesia dibajak oleh uang.
“Kita tahu dalam pilkada, juga pemilihan ketua ormas, sering keputusan ditentukan oleh kantong uang dan koper yang dibawa tengah malam atau di pagi hari,†ujar Prabowo.
Prabowo memang tidak menyebutkan secara langsung. Tetapi tak urung pernyataannya itu dianggap sebagai keluhannya atas kenyataan bahwa Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) versi Oesman Sapta lebih didukung oleh pemerintah. Sementara Prabowo yang menang dalam Kongres HKTI yang lalu seakan “dianaktirikanâ€. Oesman Sapta lebih sering terlihat bersama menteri dan bahkan Presiden SBY. Sementara HKTI yang dipimpin Prabowo seakan hilang ditelan kegelapan.
Kalau bukan tentang itu, mungkin juga Prabowo curhat untuk hal lain.
“Kita ingin demokrasi karena yakin demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang terbaik. Tapi yang sekarang bukan demokrasi sebenarnya. Mari bertanya apakah ini demokrasi yang kita inginkan dan membawa kesejahteraan untuk rakyat banyak,†demikian Prabowo. [guh]
Populer
Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25
Senin, 02 Februari 2026 | 13:47
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41
Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51
UPDATE
Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16
Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05
Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04
Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57
Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51
Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50
Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48
Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32
Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27
Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16