Berita

rachmawati/ist

Rachmawati: Presiden SBY Kehilangan Orientasi

SELASA, 21 SEPTEMBER 2010 | 06:48 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rachmawati Soekarnoputri, menyerukan reoreantasi nasional untuk kembali memperjelas arah perjalanan Indonesia.

Seruan itu disampaikan putri Bung Karno itu ketika berbicara di “halal bihalal plus” di kediaman ekonom senior Rizal Ramli, Senin malam (20/9).

Rachmawati yang didaulat berbicara setelah tuan rumah, Rizal Ramli, menyambut pertanyaan Rizal Ramli: apakah pemerintahan SBY perlu dipertahankan sampai 2014.

“Bila ditanyakan, apakah harus menerima keadaan, (saya ingin mengatakan) memang betul pemerintah sekarang, terutama Presiden SBY, kehilangan orientasi. Tidak jelas kita mau kemana, tidak ada visi dan misi,” ujar Rachma.

Dia juga mengaitkan disorientasi SBY itu dengan amandemen UUD 1945 sebanyak empat kali yang membuat Konstitusi Indonesia itu menjadi tidak jelas.

“Kita jadi neolib. Tidak ada perlindungan maksimal yang diberikan negara kepada rakyat. Kita harus reorientasi dan menyatakan kembali mau kemana kita. Kita boleh mengganti, tetap selama arah perubahan itu tidak jelas, besok kita akan menghadapi persoalan yang sama,” kata Rachma lagi menekankan pentingnya upaya membuat blue print yang lebih nasionalistik sesuai amanat founding fathers. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya