Berita

Jenderal BHD/ist

BURSA KAPOLRI

Kompolnas Tak Mau Dianggap Haus Kewenangan

MINGGU, 12 SEPTEMBER 2010 | 09:30 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tak mau dianggap “haus kewenangan”. Itulah sebabnya, Sekretaris Kompolnas Adnan Pandupraja merasa perlu meluruskan berita mengenai kekagetan lembaga itu saat mengetahui Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengajukan dua nama calon Kapolri baru.

Berita dimaksud dimuat pada tanggal 7 September lalu, persis pukul 13:14:00 WIB.

“Sehubungan dengan pemberitaan di situs Rakyatmerdeka.Co.Id dengan judul Kompolnas Kaget BHD Ajukan Dua Nama ke Presiden tanggal 7 September 2010, bersama ini kami sampaikan bahwa dalam rangka menghindari kesan negatif bahwa Kompolnas haus kewenangan maka dengan ini saya koreksi statemen saya tersebut,” tulis Adnan dalam e-mailnya yang diterima Redaksi.

“Polri sama-sama memiliki hak untuk mengajukan nama calon Kapolri kepada Presiden,” sambungnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, usai melakukan pertemuan dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) di kantor Kompolnas, Jalan Tirtayasa VII, Kebayoran Baru, Jakarta (Selasa, 7/9), Adnan mengatakan pihaknya kaget mendengar Jenderal BHD mengajukan dua nama calon Kapolri ke Presiden SBY.

"Kami tidak tahu. Boleh dibilang kami kaget," ujar Adnan.

Menurut dia, sampai saat itu tidak ada aturan jelas mengenai lembaga mana yang berhak mengajukan nama calon Kapolri dan tidak ada peraturan tegas yang mengatur pemilihan Kapolri. [guh]


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya