Berita

Andi: Naik Turun Popularitas SBY Hal Biasa

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2010 | 17:33 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kantor Kepresidenan mengapresiasi survei nasional mengenai tingkat popularitas Presiden SBY yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). Menurut survei itu popularitas SBY kini anjlok 19 persen menjadi 66 persen.

Kata Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, hasil survei itu merupakan pelecut bagi pemerintah untuk lebih bekerja keras.

Namun sebut alumnus Fisipol UGM itu, naik turunnya popularitas Presiden merupakan hal yang biasa dan tidak perlu disikapi dengan berlebihan.

“Apabila dibandingkan dengan survei LSI terakhir pada bulan Januari 2010 yang memperlihatkan popularitas Presiden ada di angka 70 persen, berarti saat ini terjadi penurunan sekitar 4 persen. Tapi, saya optimis, kinerja pemerintah di tahun kedua akan lebih positif, sehingga popularitas Presiden akan meningkat kembali,” katanya di Jakarta, Jumat siang (3/9).

Andi Arief menambahkan, pengalaman naik turunnya popularitas Presiden telah dialami sejak jaman pemerintahan SBY jilid pertama (2004-1009). Penurunan popularitas sempat terjadi tatkala pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Namun, popularitas yang sempat anjlok itu dapat diperbaiki, bahkan meningkat jauh lebih tinggi, ketika pemerintah berhasil mengimplementasikan kebijakan-kebijakan populis seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), BOS (bantuan Operasional Sekolah), dan KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Meskipun demikian, Andi tak menampik bahwa haisl survei merupakan cermin dinamika publik yang substansinya harus ditangkap oleh para pengambil kebijakan. Hasil survei LSI pada Agustus 2010, kata Andi, menunjukkan harapan yang tinggi dari publik agar Kabinet SBY-Boediono dapat langsung “tancap gas” di tahun pertama pemerintahannya. Namun, berbagai persoalan politik seperti reperkusi kasus Century telah mengurangi energi Kabinet untuk fokus pada pelaksanaan program-program pro-rakyat.

Karena itu, Andi berharap bahwa di tahun kedua pemerintahan, anggota-anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dapat memberikan konsentrasi yang penuh dalam mensukseskan pelaksanaan program-program kerakyatan, serta lebih peka pada rasa keadilan masyarakat.

“Rakyat sekarang menunggu, apakah program-program pemerintah yang mereka rasakan pada periode 2004-2009 itu dapat dilakukan sama baiknya atau lebih baik oleh kabinet saat ini,” tandas Andi. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Budi Arie Bakal Dipolisikan soal Ucapan Percepatan Pemilu 2029

Senin, 07 September 2026 | 22:28

Teluk Bayur: Jangan Membangun Aset Tanpa Kargo

Senin, 07 September 2026 | 22:10

PLTP Gunung Ungaran Miliki Sejumlah Manfaat, Eksplorasi Layak Dilanjutkan

Senin, 07 September 2026 | 21:55

Purbaya Tak Ambil Pusing Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi DKI Rp5,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:35

BRI dan Serikat Pekerja BRI Tandatangani PKB 2026-2028

Senin, 07 September 2026 | 21:28

Wakapolri Minta Kecakapan Personel dalam Penanganan Bencana dan Konflik Sosial

Senin, 07 September 2026 | 21:15

Dua Pimpinan DPRD Kota Bengkulu Kompak Mangkir Panggilan KPK

Senin, 07 September 2026 | 20:50

Prabowo Instruksikan BRI dan BSI Siapkan Rekening untuk Masyarakat

Senin, 07 September 2026 | 20:48

OJK Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelanggaran Keterbukaan Informasi

Senin, 07 September 2026 | 20:46

Pemerintah Siapkan OMC Atasi Sebaran Abu Anak Krakatau di Empat Provinsi

Senin, 07 September 2026 | 20:31

Selengkapnya