Berita

SB YUDHOYONO/ist

Bila Kemenangan SBY di Pilpres 2009 Dibatalkan

MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 | 22:59 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Kemenangan SBY dan Boediono di Pilpres 2009 lalu bisa batal. Begitu juga dengan perolehan suara Partai Demokrat dalam Pemilu 2009. Bila ini benar-benar terjadi Indonesia akan berada di dalam kriris baru.

Itu kecurigaan yang ada di benak banyak orang, termasuk di benak purnawirawan jenderal TNI yang mengamati proses penegakan hukum di Indonesia akhir-akhir ini. Selagi proses hukum terus dikendalikan kepentingan politik penguasa, selama itu pula anggapan dan dugaan seperti di atas akan tetap ada.

“Sekarang ini sudah ada kegalauan pada semua kalangan. Tidak hanya pada purnawirawan. Keadaan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” begitu kata Letnan Jenderal (purn) Suharto, mantan Komandan Jenderal Korps Marinir TNI Angkatan Laut kepada Rakyat Merdeka Online.

Dia mengatakan, keluhan yang disampaikan purnawirawan jenderal yang menemui Ketua MPR Taufiq Kiemas beberapa hari lalu didasarkan pada kegalauan-kegalauan tadi. Selain masalah hukum yang dikendalikan kepentingan politik, ketidakmampuan pemerintah melindungi nasib warga negara dan ketidaktegasan pemerintah dalam menghadapi tekanan asing baik dari sisi ekonomi maupun pelanggaran garis teritori turut membuat banyak kalangan resah.

“Kalau saya lihat yang keliru dalah pemerintah. Ketidaktegasan dan sikap ragu-ragu pemerintahan SBY ini ikut mematangkan situasi sehingga sampai begini. Kalau menurut saya kita harus jiwai apa yang disampaikan para sesepuh itu. Mereka tidak ngawur dan pasti berpikir dua tiga kali sebelum menyampaikan hal itu,” ujar Suharto.

Presiden SBY seharusnya responsif, dan tidak memandang sebelah mata keprihatinan yang disampaikan rakyat, termasuk purnawirawan jenderal. Jangan karena merasa mengantongi 60 persen suara pemilih dalam Pilpres 2009, lantas SBY dan orang-orang di sekitarnya merasa tidak perlu menjawab kekhawatiran tersebut.

“Dia itu incumbent yang punya kuasa atas BUMN, pegawai, TNI, Polri, Kejaksaan yang bisa membuat hitam atau putih sesuatu dengan gampang. Jadi kalau menang 60 persen itu perkara mudah. Bukan berarti setelah itu dia bisa mendiamkan rakyat,” katanya lagi.

Dia mencontohkan perlakuan yang diberikan kepada Komjen Susno Duadji , mantan Kabareskrim Mabes Polri, yang ingin membongkar berbagai borok di tingkat atas.

“Saya tahu negara berusaha menutupi keinginan Susno sedemikian rupa. Karena kalau terbuka, pemerintahan ini runtuh. Dia tahu aliran dana Bank Century, dia tahu itu dipakai kemana saat pileg dan pilpres. Otomatis pileg dan pilpres bisa batal. Presiden pun bisa batal demi hukum,” demikian Suharto. [guh]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya