Berita

Suharto: SBY Bikin Gregetan

SABTU, 28 AGUSTUS 2010 | 18:35 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Ketika Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai presiden dalam Pilpres 2004 silam, Letnan Jenderal (purn) Suharto termasuk dalam kelompok orang yang bergembira.

“Waktu dia naik, hati saya berbunga-bunga. Ini harapan baru,” kata mantan Komandan Jenderal Marinir TNI Angkatan Laut 1996-1999 ini kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu petang (28/8). Letjen Suharto adalah salah seorang saksi mata ketika Indonesia merangkak masuk ke era reformasi. Ia mengikuti dari dekat proses perubahan politik itu. Ketika Presiden Soeharto mengundurkan diri, 21 Mei 1998, Letjen Suharto berada di Istana Negara bersama jenderal penting lainnya.

“Tapi, dari ke hari, tahun ke tahun, kekecewaan saya menumpuk. Dan akhirnya hilang sama sekali. Melihat cara yang diambil pemerintahan ini, saya khawatir Indonesia akan menjadi negara gagal,” sambungnya.

Suharto termasuk dalam kelompok purnawirawan jenderal TNI yang merasa terganggu melihat ketidaktegasan dan ketidakjelasan sikap pemerintahan SBY dalam banyak hal. Seperti kelompok jenderal purnawiran yang mendatangi Ketua MPR hari Selasa lalu (25/8), dia juga khawatir dengan jumlah penduduk miskin yang semakin banyak dan lapangan pekerjaan yang semakin sedikit. Sementara pemerintah bertindak seakan-akan tidak ada yang harus dikhawatirkan.

“Kalau dalam bahasa Jawa, Presiden SBY ini sudah bikin gregetan,” ujarnya lagi sambil menambahkan bahwa kegalauan yang dirasakan dirinya dan purnawirawan jenderal lainnya juga dirasakan oleh anggota TNI yang masih aktif. Hanya saja, yang masih aktif tentu tidak bisa bicara terbuka seperti mereka. [guh]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya