Berita

Inkoptan: Tahun Depan Indonesia Mungkin Alami Kemarau Panjang

KAMIS, 26 AGUSTUS 2010 | 12:24 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Harga bahan kebutuhan pokok diperkirakan akan terus melambung tinggi didorong oleh perubahan cuaca yang menggagalkan panen dan kecenderungan konsumsi masyarakat yang tinggi menjelang Lebaran dan akhir tahun.

“Akibat anomali cuaca banyak tanaman tidak mengalami pembungaan dan pembuahan, atau mengalami pembungaan dan pembuahan tetapi tidak optimal. Ini mengakibatkan produksi bahan kebutuhan pokok turun,” ujar Sekjen Induk Koperasi Tani dan Nelayan (Inkoptan) Soeryo Bawono kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 26/8).

Curah hujan yang tinggi belakangan ini membuat tingat pembuahan padi sangat rendah. Akibatnya, banyak gabah yang kosong. Adapun cabai yang biasa ditanam di musim panas, kali ini tidak bisa berbunga karena curah hujan tinggi. Biasanya cabai bisa berbunga antara tujuh sampai sepuluh kali di musim ini. Namun karena perubahan cuaca hanya dapat berbunga tiga sampai empat kali.

Masih menurut Soeryo, perubahan cuaca juga terjadi di belahan lain dunia dan merusak panen di banyak negara, seperti Rusia, China dan India. Biasanya, sambung Soeryo, bila tahun ini mengalami musim “kemarau basah” karena curah hujan yang tinggi di bulan yang seharusnya kering, di tahun depan Indonesia akan mengalami musim “kemarau panjang”.

“Pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk bisa mengantisipasi hal tersebut. Jangan menggunakan metoda pemadam kebakaran, dan itu pasti gagal. Petani saat ini sedang terpuruk hidupnya karena hasil panen rendah. [guh]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya