Berita

Bisnis

UTANG LUAR NEGERI

Infid: Saran ADB Menyesatkan

RABU, 11 AGUSTUS 2010 | 14:41 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Pernyataan Asian Development bank (ADB) yang menyebut bahwa rasio utang Indonesia terhadap PDB semakin mengecil adalah pernyataan yang menyesatkan.

Menurut International NGO Forum on Indonesian Development (Infid) walau PDB Indonesia terbilang tinggi, namun tidak seluruhnya milik pemerintah Indonesia. Faktanya, teknik penghitungan PDB yang digunakan masih memasukkan kekayaan pihak asing di Indonesia.

Dalam laporan yang berjudul Indonesia: Critical Development Constraints, hari Selasa kemarin (10/8) ADB menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan soal beban utang luar negeri yang sudah mencapai Rp 1.625 triliun karena di saat bersamaan PDB Indonesia mencapai Rp 6.253,79 triliun.

“Dalam kenyataannya, total utang Indonesia yang terus menerus meningkat nominalnya, menjadi beban APBN setiap tahunnya. Dalam lima tahun kedepan, setidaknya setiap tahun harus mengalokasikan 100 triliun rupiah untuk pembayaran bunga dan cicilan utang. Padahal dalam lima tahun ke depan seharusnya APBN dikonsentrasikan untuk pembiayaan percepatan pencapaian MDGs yang hingga sekarang masih berjalan lamban,” tulis Infid dalam rilisnya.

Infid menilai, pernyataan ADB tersebut penuh jebakan dan sarat dengan kepentingan. Sebagai lembaga keuangan regional yang merupakan salah satu pemberi utang terbesar Indonesia, ADB dipastikan mempunyai agenda agar Indonesia terus menerus berutang kepadanya agar lembaga keuangan regional ini bisa membukukan keuntungan terus menerus. [guh]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya