Berita

Redenominasi Butuh Pemerintah yang Tidak Suka Ngibul

RABU, 04 AGUSTUS 2010 | 08:30 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Jakarta, RMOL. Menurut teori salah satu syarat penting untuk memotong nominal pada mata uang atau redenominasi adalah tingkat inflasi yang rendah.

Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier juga menyakini hal itu. Tetapi menurutnya, untuk kasus di negara-negara seperti Indonesia, dibutuhkan satu syarat lagi yang jauh lebih fundamental.

Syarat itu adalah: kehadiran pemerintahan yang memiliki kredibilitas yang tinggi dan karenanya dapat dipercaya masyarakat.

“Secara teoritis, redenominasi tidak masalah. Persoalannya adalah, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah yang tidak credible. Apakah pemerintahan yang sekarang mampu meng-handle pekerjaan besar seperti ini?” katanya kepada Rakyat Merdeka Online.

Dia menggunakan kasus ledakan tabung gas ukuran tiga kilogram yang layaknya jamur di musim hujan. Dalam hal ini pemerintah, sebutnya lagi, jelas gagal.

“Sekarang bom seperti sudah masuk ke dalam rumah kita. Sudah lebih parah dari Irak yang bomnya ada di pasar. Pemerintah tidak bisa mengatasi. Narik tabung gas kok katanya makan biaya Rp 1 triliun. Kan dulu ngaku bisa menghemat puluhan triliun. Intinya, untuk redenominasi kita butuh pemerintah yang credible, bukan tukang ngibul,” demikian Fuad. [guh]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya